Kemenhub Gelar Bimtek Keselamatan Pelayaran Periode VII di Ambon

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait Keselamatan Pelayaran periode VII kembali diselenggarakan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian perhubungan di Ambon, Maluku.

    Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait Keselamatan Pelayaran periode VII kembali diselenggarakan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian perhubungan di Ambon, Maluku.

    INFO NASIONAL — Bimbingan teknis (bimtek) terkait Keselamatan Pelayaran Periode VII kembali diselenggarakan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan di Ambon, Maluku, selama tiga hari, 11-13 September 2019. Pelayaran yang terdiri atas angkutan di perairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan pelayaran, dan perlindungan lingkungan maritim, merupakan bagian dari sistem transportasi nasional yang harus dikembangkan potensi dan peranannya.

    “Hal itu dilakukan untuk mewujudkan sistem transportasi yang efektif dan efisien, serta membantu terciptanya pola distribusi nasional yang mantap dan dinamis," ujar Direktur Perkapalan dan Kepelautan yang diwakili Kasubdit Keselamatan Kapal, Capt. Jaja Suparman, di Ambon, Rabu, 11 September 2019.

    Berdasarkan kondisi ini, sejak 2018 Kemenhub telah mengembangkan proyek percontohan (pilot project) di beberapa pelabuhan dalam mengembangkan digitalisasi tiket, dengan mengacu pada sistem keamanan dan keselamatan di bandar udara. 

    Beberapa pelabuhan yang telah menjadi proyek percontohan, yaitu Kaliadem, Tanjung Pinang, Bau-Bau, Sumenep, Tarakan, dan Ambon. Program ini bertujuan menata lingkungan pelabuhan sekaligus membenahi transportasi laut untuk mewujudkan pelayaran yang aman, nyaman, dan selamat. 

    "Diharapkan dengan pengembangan ini, lingkungan pelabuhan menjadi lebih steril dan lebih aman serta semakin menjamin kualitas keselamatan pelayaran," ujarnya.

    Menurut Capt. Jaja, berdasarkan berbagai ketentuan internasional di bidang keselamatan pelayaran serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan seluruh peraturan pelaksanannya, setiap kapal yang beroperasi di perairan Indonesia wajib memenuhi persyaratan kelaiklautan kapal. 

    Kelaiklautan kapal berperan penting dalam keselamatan pelayaran yang merupakan kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama, baik regulator, operator, dan juga pengguna jasa transportasi laut, termasuk para penumpang kapal. 

    "Kepatuhan terhadap kelaiklautan kapal dan keselamatan pelayaran memerlukan komitmen bersama, baik regulator, operator dan juga pengguna jasa. Keselamatan pelayaran harus menjadi budaya maritim Indonesia," ucapnya.

    Dengan tegas Capt. Jaja menambahkan bahwa Bimtek Keselamatan Pelayaran merupakan salah satu upaya berkesinambungan pihaknya, untuk senantiasa meningkatkan aspek keselamatan pelayaran dan kelaiklautan kapal di Indonesia. 

    Pihaknya mengimbau operator pelayaran untuk senantiasa mengutamakan kelaiklautan kapal serta keselamatan dan keamanan pelayaran. Para awak kapal yang bertugas, wajib memastikan peralatan keselamatan pelayaran berfungsi dengan baik dalam jumlah yang memadai, serta muatan penumpang dan barang di kapal tidak melebihi kapasitas. 

    "Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak terkait di Ambon dapat menerapkan hal yang sama serta menjadi contoh dan teladan bagi pihak lainnya di seluruh Provinsi Maluku,” ujarnya.

    Partisipasi aktif para peserta bimtek akan sangat berarti sebagai bahan dalam menyusun berbagai regulasi yang sesuai dengan kondisi dan lingkungan perairan Indonesia dalam rangka meningkatkan keselamatan pelayaran. (*) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.