Revisi UU KPK, ICW Sindir 8 Aktivis Antikorupsi Hilang di Istana

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ICW, LBH Jakarta, Amnesty Internasional Indonesia dan KontraS menggelar aksi teatrikal di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 15 Juli 2019 (Andita Rahma)

    ICW, LBH Jakarta, Amnesty Internasional Indonesia dan KontraS menggelar aksi teatrikal di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 15 Juli 2019 (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyindir para aktivis antikorupsi di lingkungan istana yang ditengarai diam ketika Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyetujui revisi UU KPK.

    "Dalam konteks pelemahan KPK hari ini, sebenarnya kami mempertanyakan di mana orang orang yang dulu sering menyuarakan antikorupsi itu," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Kamis, 12 September 2019. "Dengan posisi mereka saat ini, seharusnya mereka lebih bisa mengambil peran ketika upaya pelemahan KPK saat ini terjadi dengan begitu masifnya."

    Lewat akun Instagram resmi mereka, @sahabatICW, organisasi nirlaba ini mengunggah tulisan beserta foto beberapa aktivis antikorupsi yang sekarang menjadi anak buah Presiden Jokowi.

    "Mohon bantuan teman-teman @kontras_update untuk menemukan para senior yang terhormat ini, karena mereka telah pergi tanpa pesan di tengah kegentingan kerja-kerja pemberantasan korupsi dan penegakan hak asasi manusia," tulis akun ICW pada Kamis, 12 September 2019. @Kontras_update adalah akun instagram resmi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (KontraS).

    ICW pun mengunggah 8 foto para tokoh antikorupsi dan HAM. Di masing-masing foto, organisasi ini menyertakan tulisan yang cukup menohok.  

    Delapan tokoh itu adalah Teten Masduki, Koordinator Staff Khusus Presiden; Ifdhal Kasim, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden; Fadjroel Rachman, Komisaris Utama perusahaan BUMN PT Adhi Karya; dan Alexander Lay, Anggota Dewan Komisaris Pertamina.

    Kemudian, Jaleswari Pramodhawardani, Deputi V Kantor Staf Presiden; Andrinof Chaniago, Komisaris Utama Bank BRI; dan Abetnego Tarigan, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden.

    Untuk ketujuh orang ini, ICW menulis "Hilang karena terlalu dekat dengan istana."

    Kemudian, ICW juga mengunggah foto Johan Budi, mantan juru bicara Presiden yang sekarang menjadi anggota DPR dari PDIP. Untuk Johan ICW menulis "Hilang sejak masuk perut banteng."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.