Alex Marwata Minta Kasus Etika Firli Bahuri Dihentikan, Sebab...

Reporter

Editor

Purwanto

Capim KPK Alexander Marwata saat hadir pada seleksi Capim KPK periode 2019-2023 di Sekretaris Negara, Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Calon pimpinan KPK petahana Alexander Marwata mengaku tidak tahu ada konferensi pers yang dilakukan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah terkait dengan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan capim KPK Firli Bahuri.

"Setelah kejadian konferensi pers itu, saya diberi tahu Bu Basaria. Saya kirim pesan WhatsApp ke Febri, kenapa ada konferensi pers sementara pimpinan yang ada di kantor tidak diberi tahu atau saya yang tidak tahu karena tidak membuka grup WhatsApp," kata Alexander dalam uji kelayakan di kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan bahwa konferensi pers itu tidak diketahui pimpinan lainnya, padahal dirinya dan Basaria Pandjaitan ada di Kantor KPK RI. Pada saat itu Ketua KPK Agus Rahardjo sedang berada di Yogyakarta.

Menurut dia, pimpinan KPK telah mendapatkan surat dari anggota Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK Muhammad Tsani agar hasil pengawasan internal bahwa ada dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Firli, dibuka ke publik.

"Saya sudah menyampaikan kepada Pak Agus (Ketua KPK) terkait dengan konferensi pers kemarin. Karena beliau di dalam disposisi telah meminta agar kasus Firli dihentikan," ujarnya.

Alex menjelaskan bahwa dirinya bersama Basaria dan Agus Rahardjo telah sepakat agar kasus dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Firli itu dihentikan karena mantan Kapolda NTB itu sudah ditarik kembali ke kepolisian.

Menurut dia, Firli sudah menjelaskan terkait dengan kasusnya tentang pertemuannya dengan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi terkait dengan penyelidikan dugaan korupsi dalam divestasi Newmont.

"Saya bilang, Pak Agus kondisi ini harus jelaskan ke publik, harus meredakan hiruk pikuk ini. Tiga bulan terakhir usahakan bersatu kembali, satu suara, satu pikiran menyelesaikan persoalan di dalam," katanya.






Wakil Ketua KPK Sebut Tambang Emas, Lukas Enembe Kemudian Mengaku Punya Tambang Emas

2 jam lalu

Wakil Ketua KPK Sebut Tambang Emas, Lukas Enembe Kemudian Mengaku Punya Tambang Emas

Wakil Ketua KPK mengatakan kalau Lukas Enembe mampu buktikan uang miliaran rupiah miliknya, misalkan dari tambang emas, "Pasti akan kami hentikan".


Firli Bahuri Sebut KPK Akan Kejar dan Tangkap Perampok Anggaran Petani

2 hari lalu

Firli Bahuri Sebut KPK Akan Kejar dan Tangkap Perampok Anggaran Petani

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan bakal menjerat siapa pun yang melakukan korupsi program kesejahteraan petani jika memiliki kecukupan alat bukti.


Wakil Ketua KPK Sebut Penyidikan Kasus Lukas Enembe Bisa Dihentikan Jika...., Kok Bisa?

4 hari lalu

Wakil Ketua KPK Sebut Penyidikan Kasus Lukas Enembe Bisa Dihentikan Jika...., Kok Bisa?

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebutkan penyidikan kasus Gubernur Papua Lukas Enembe dapat dihentikan atau SP3, jika....


KPK Kumpulkan Bukti OTT Suap Pengurusan Perkara di MA

4 hari lalu

KPK Kumpulkan Bukti OTT Suap Pengurusan Perkara di MA

KPK melakukan OTT terhadap beberapa orang di Jakarta dan Semarang. Selain itu, KPK turut mengamankan barang bukti sejumlah uang.


Pejabat Wajib Laporkan Harta Kekayaannya dalam LHKPN, KPK: Biar Publik Melihat

8 hari lalu

Pejabat Wajib Laporkan Harta Kekayaannya dalam LHKPN, KPK: Biar Publik Melihat

LHKPN bagian upaya pencegahan korupsi, yang merupakan tugas dari KPK. Mengapa pejabat dan calon penyelenggara negara perlu laporkan harta kekayaannya?


Isu Anies Baswedan Tersangka Korupsi Formula E, KPK: Tidak Benar

12 hari lalu

Isu Anies Baswedan Tersangka Korupsi Formula E, KPK: Tidak Benar

KPK menyatakan tidak benar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E.


KPK Minta Kesadaran Eks KSAU Agus Supriatna Bersedia Diperiksa dalam Kasus Heli AW-101

12 hari lalu

KPK Minta Kesadaran Eks KSAU Agus Supriatna Bersedia Diperiksa dalam Kasus Heli AW-101

Menurut KPK, pemanggilan anggota TNI, termasuk mantan KSAU Agus Supriatna sebagai saksi tak perlu izin khusus.


KPK Sebut Kasus Formula E Masih dalam Tahap Penyelidikan

12 hari lalu

KPK Sebut Kasus Formula E Masih dalam Tahap Penyelidikan

KPK menyatakan Kasus Formula E dimana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat diperiksa masih pada tahap penyelidikan


KPK Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri dengan Syarat

12 hari lalu

KPK Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri dengan Syarat

KPK membuka kemungkinan untuk mengizinkan Gubernur Papua Lukas Enembe berobat ke luar negeri.


KPK Telusuri Dana Sewa Private Jet Lukas Enembe

12 hari lalu

KPK Telusuri Dana Sewa Private Jet Lukas Enembe

KPK Gubernur Papua Lukas Enembe menggunakan private jet untuk pergi ke Singapura untuk berobat.