BJ Habibie Meninggal, Jusuf Kalla: Kita Kehilangan Putra Terbaik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi mantan Presiden, BJ Habibie, dalam rangka silaturahmi hari raya Idul Fitri di kediaman BJ Habibie, Kuningan, Jakarta, 21 Juni 2018. Setwapres RI

    Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi mantan Presiden, BJ Habibie, dalam rangka silaturahmi hari raya Idul Fitri di kediaman BJ Habibie, Kuningan, Jakarta, 21 Juni 2018. Setwapres RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama sang istri, Mufidah Jusuf Kalla, ikut menyampaikan ucapan duka atas meninggalnya Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. BJ Habibie wafat pada Rabu, 11 September 2019, pukul 18.05 WIB.

    "Kita telah kehilangan putra terbaik bangsa, semoga Almarhum mendapat tempat yang mulia di sisi Allah Yang Maha Kuasa," ujar JK dalam keterangan tertulisnya.

    JK mengatakan Habibie merupakan salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Sehari sebelumnya, JK pada jam yang hampir sama, sekitar pukul 18.25, sempat menjenguk Habibie di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat atau RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Saat itu, Habibie sedang menjalani perawatan intensif.

    Habibie berpulang dalam perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Mantan Menteri Riset dan Teknologi ini meninggal dalam usia 83 tahun karena sakit.

    Habibie sebelumnya menjalani perawatan intensif oleh tim dokter kepresidenan di RSPAD sejak 2 September 2019. Kondisi pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 ini sempat membaik pada Selasa, 10 September 2019.

    Namun pada Rabu malam, beliau menghembuskan napas terakhirnya. Sehari sebelum ia meninggal, BJ Habibie sempat dijenguk oleh sejumlah tokoh nasional. Selain oleh JK dan Presiden Joko Widodo, Presiden Kelima Susilo Bambang Yudhoyono juga menyempatkan menjenguk Habibie.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.