KPK Menyatakan Firli Bahuri Lakukan Pelanggaran Etik Berat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capim KPK Irjen Firli Bahuri saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan dengan Komisi III DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, 9 September 2019. Dalam uji makalah, nantinya 10 capim KPK ini akan disaring menjadi 5 capim terpilih. TEMPO/Amston Probel

    Capim KPK Irjen Firli Bahuri saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan dengan Komisi III DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, 9 September 2019. Dalam uji makalah, nantinya 10 capim KPK ini akan disaring menjadi 5 capim terpilih. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang menyatakan calon pimpinan KPK Firli Bahuri terbukti melakukan pelanggaran etik berat semasa menjabat sebagai Deputi Penindakan. Menurutnya, Kepala Polda Sumatera Selatan itu tercatat melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak yang terseret perkara korupsi di KPK.

    "Hasil pemeriksaan pengawas internal adalah terdapat dugaan pelanggaran berat," kata Saut Situmorang di kantornya, Jakarta, Rabu, 11 September 2019.

    Penasihat KPK sekaligus bekas anggota Dewan Pertimbangan Pegawai, Mohamad Tsanni, yang memeriksa kasus ini mengatakan, Firli pertama kali bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi sebanyak dua kali pada 2018. Padahal saat itu KPK sedang menyelidiki dugaan korupsi kasus divestasi Newmont yang menyeret nama TGB. "Dua pertemuan tersebut tanpa surat tugas dari pimpinan," kata dia.

    Selain itu, Firli juga diketahui terekam melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Barullah. Pertemuan itu berlangsung di Gedung KPK pada 8 Agustus 2018 ketika Barullah diperiksa sebagai saksi dalam kasus mafia anggaran untuk tersangka Yaya Purnomo.

    Menurut Tsanni, Firli menjemput Barullah di lantai dasar kemudian membawanya ke ruangan dia. Dalam pertemuan yang berlangsung 30 menit di ruangan itu, Firli juga memanggil penyidik yang menangani kasus Barullah.

    Ketiga, Firli juga diketahui melakukan pertemuan dengan sejumlah petinggi partai politik di sebuah hotel di Jakarta. Menurut Tsani, pimpinan parpol yang ditemui Firli memang tidak sedang tersandung kasus di KPK. Namun, pertemuan itu harusnya dihindari supaya tidak merusak integritas pegawai KPK.

    Tsani menuturkan pimpinan telah menerima hasil pemeriksaan direktorat pengawas internal KPK pada 23 Januari 2019. Dalam hasil pemeriksaan itu disebutkan bahwa terdapat dugaan pelanggaran berat. Namun, sebelum pimpinan menyatakan putusan, Firli keburu ditarik ke Mabes Polri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.