Latihan Gabungan 3 Matra, TNI Turunkan Sepertiga Alutsista

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau gladi resik latihan gabungan TNI 2019, di Situbondo, Jawa Timur, Rabu, 10 September 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau gladi resik latihan gabungan TNI 2019, di Situbondo, Jawa Timur, Rabu, 10 September 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Situbondo-Tentara Nasional Indonesia menggelar latihan gabungan tiga matra angkatan bertajuk Dharma Yudha di Pos Tinjau T12, Pusat Latihan Tempur Marinir Asem Bagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur pada 9 September hingga 12 September 2019. Pada puncak latihan, Kamis, 11 September, TNI akan menurunkan sepertiga alat utama sistem senjata (alutsista).

    "Kurang lebih sepertiga alutsista yang dimiliki TNI, semua terlibat dalam latihan Dharma Yudha 2019," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam gladi bersih, Rabu, 10 September 2019.

    Latihan gabungan ini dimulai dengan manuver lapangan selama tiga hari belakangan. Tadi pagi, dilaksanakan pendaratan amfibi di Pantai Banongan, Sitobondo, termasuk manuver lapangan. Hadi mengatakan semua bertumpu di Pos Tinjau T12.

    Menurutnya sebanyak 12.500 personil dari tiga matra terlibat dalam latihan ini. Besok, latihan gabungan akan mencapai puncaknya, dengan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu, latihan juga rencananya dihadiri oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

    Hadi berujar latihan gabungan  memiliki target  meningkatkan profesionalisme prajurit tiga matra. "Meningkatkan kemampuan inter operability ketiga matra, karena untuk menyambung kemampuan kemampuan itu perlu latihan," kata Hadi.

    Hadi mengimbuhkan masih banyak peralatan TNI menggunakan sistem analog. Sedangkan untuk bergerak ke sistem yang saling berkaitan antar-matra, atau sistem network centric warfare, butuh kesiapan peralatan secara digital.

    "Pada latihan ini kita sudah coba melaksanakan sistem tersebut. Dari AD juga menggunakan battle management system, AL menggunakan network centric, termasuk AU juga menggunakan network centric," kata Hadi.

    Ia berharap hal ini  membuat TNI dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan perang ke depan yang lebih canggih. Latgab ini sendiri merupakan latihan rutin tahunan yang digelar oleh TNI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.