Laode Muhammad Syarif Kesal Nonton Uji Kelayakan Capim KPK

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief (kanan) didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. KPK resmi menetapkan Managing Director Pertamina Energy Service Pte. Ltd periode 2009-2013 sekaligus Direktur Utama Petral, Bambang Irianto sebagai tersangka terkait dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Service Pte. Ltd.  TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK Laode M Syarief (kanan) didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. KPK resmi menetapkan Managing Director Pertamina Energy Service Pte. Ltd periode 2009-2013 sekaligus Direktur Utama Petral, Bambang Irianto sebagai tersangka terkait dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Service Pte. Ltd. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M. Syarif mengaku kesal ketika menonton cuplikan uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan atau Capim KPK di DPR, hari ini. Terutama ketika salah satu capim menyebut bahwa pencegahan KPK lemah.

    "Saya agak kesal ketika menonton fit and proper test, salah seorang calon mengatakan pencegahan KPK itu cuma pergi pasang poster, pingin sekali saya ajari," kata Syarif di kantornya, Jakarta, Rabu, 11 September 2019.

    Syarif tak menyebutkan nama capim tersebut. Namun, ia memaklumi pandangannya. Syarif menilai media selama ini lebih fokus menyorot penindakan KPK, semisal operasi tangkap tangan.

    Karena itu, Syarif bakal meminta bagian humas KPK untuk vokal mensosialisasikan soal pencegahan yang dilakukan KPK, serta perbaikan sistem yang juga dilakukan KPK.

    Laode Muhammad Syarif menjelaskan, kontribusi OTT dalam penanganan kasus di KPK sebenarnya tergolong kecil. Ia memperkirakan kontribusi OTT dalam kasus yang ditangani KPK hanya 10 persen. Dan hampir 90 persen kasus di KPK merupakan hasil pengembangan. "Informasi soal ini nampaknya tidak tersampaikan ke publik," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.