Sinyal Kuat Sandiaga Balik ke Gerindra, Andre: Masih Pegang KTA

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno tiba di gedung MPR untuk menghadiri sidang tahunan MPR 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    Sandiaga Uno tiba di gedung MPR untuk menghadiri sidang tahunan MPR 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Isu Sandiaga Uno akan kembali lagi ke Partai Gerindra tengah mendapat perhatian. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade menyebut, sebetulnya Sandiaga memang masih kader Gerindra. Bekas calon wakil presiden Prabowo Subianto itu menurut Andre, masih memegang Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra.

    "Iya, masih (pegang KTA)," ujar Andre saat dihubungi Tempo pada Rabu, 11 September 2019.

    Momen kembalinya Sandiaga Uno ke partai besutan Prabowo Subianto itu kemungkinan akan dilakukan saat rapat kerja nasional atau Rakernas Gerindra yang semula akan digelar akhir September ini. Namun, Rakernas ini ditunda. "Kemungkinan Oktober," ujar Andre.

    Caleg terpilih periode 2019-2024 asal Sumatera Barat ini menyebut, mayoritas kader partai mendukung Sandiaga Uno kembali ke Gerindra.

    Pada 2018 silam, Sandiaga Uno mundur dari Gerindra ketika dideklarasikan sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto untuk Pilpres 2019. Namun, Andre menyebut Sandi hanya mundur dari jabatan struktural pengurus partai ketika itu.

    Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon menyebut, saat itu Sandiaga keluar dari Gerindra hanya agar bisa diterima oleh partai politik koalisi pendukung. "Kini Pak Prabowo menginginkan Pak Sandi untuk bergabung kembali dengan Gerindra," ujar Fadli, kemarin.

    Sandiaga sebelumnya tidak menjawab lugas ketika ditanya ihwal isu kembali ke Gerindra. Dia menyebut, masih menunggu pembicaraan lebih lanjut ihwal hal tersebut dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. "Saya bicara dulu dengan Pak Prabowo," ujar Sandiaga, kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.