Ma'ruf Cahyono Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Pekan Konstitusi MPR 2019

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal (Sesjen) MPR RI, Ma’ruf Cahyono, menyerahkan hadiah Lomba Academic Constitutional Drafting 2019 dan Lomba Debat Konstitusi 2019 yang diselenggarakan oleh MPR, Rabu, 11 September 2019, di Graha Sabha Permana Kampus UGM Bulaksumur, Yogyakarta.

    Sekretaris Jenderal (Sesjen) MPR RI, Ma’ruf Cahyono, menyerahkan hadiah Lomba Academic Constitutional Drafting 2019 dan Lomba Debat Konstitusi 2019 yang diselenggarakan oleh MPR, Rabu, 11 September 2019, di Graha Sabha Permana Kampus UGM Bulaksumur, Yogyakarta.

    INFO NASIONAL — Sekretaris Jenderal (Sesjen) MPR RI, Ma’ruf Cahyono, menyerahkan hadiah Lomba Academic Constitutional Drafting 2019 dan Lomba Debat Konstitusi 2019 yang diselenggarakan oleh MPR dalam rangka memperingati Hari Konsitusi 2019 beberapa waktu lalu. Prosesi penyerahan hadiah ini dilakukan Rabu, 11 September 2019, pada acara puncak Festival Konstitusi dan Anti Korupsi 2019 di Graha Sabha Permana Kampus UGM Bulaksumur, Yogyakarta.

    Tidak kurang dari tiga ribu mahasiswa dan undangan menyaksikan peristiwa ini. Di antara mereka itu terdapat tamu kehormatan, yaitu Gubernur Provinsi DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ketua KPK, Agus Rahardjo, Wakil Ketua MK, Aswanto, dan Rektor UGM,  Panut Mulyono, beserta para mahasiswa dan sivitas akademi UGM. Puluhan siswa-siswi SLTA juga tampak di antara para pengunjung itu.

    Dalam suasana yang meriah itulah Sesjen MPR, Ma’ruf Cahyono, menyerahkan hadiah kepada para pemenang, yang dalam hal ini diwakili oleh tiga peraih gelar juara. Untuk juara pertama lomba Debat Konstitusi diraih oleh Universitas Sumatera Utara yang diwakili mahasiswa USU, Febry Indra Gunawan. Kemudian hadiah juara pertama lomba Academic Constitutional Drafting yang dimenangkan UNDIP Semarang, diterima oleh mahasiswa UNDIP,  Farid Ibrahim. Sementara UGM sebagai juara Akademic Constitutional Drafting untuk kategori naskah terbaik, hadiahnya  diterima oleh Jery Hutagalung.

    Lembaga negara MPR memang menjadi bagian dari acara Festival Konstitusi & Anti Korupsi 2019 bersama KPK, MK, dan UGM berperan sebagai tuan rumah. Festival mengusung tema “Ukir Jejak Integritasmu Mewujudkan Budaya Konstitusi dan Anti Korupsi” ini dibuka secara resmi oleh Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, dilanjutkan pemukulan gong didampingi Ketua KPK, Agus Rahardjo, Sesjen MPR, Ma’ruf Cahyono, Wakil Ketua MK, Aswanto, dan Rektor UGM, Panut Mulyono.

    Rektor UGM, Panut Mulyono, selaku tuan rumah menjelaskan Festival Konstitusi dan Anti Korupsi 2019 ini telah dimulai sejak Selasa, 10 September 2019. Diawali dengan berbagai kegiatan, antara lain Diskusi Panel bertema Evaluasi Pelaksanaa UUD NRI Tahun 1945, Talkshow, serta Pameran Perustakaan yang diikuti oleh MPR, KPK, MK, dan UGM.

    Sedangkan pada hari ini, Rabu, 11 September 2019, yang sekaligus hari terakhir kegiatan Festival Konstitusi dan Anti Korupsi, selain diisi penyerahan untuk pemenang lomba Debat Konstitusi dan lomba Academic Constitutional Drafting, juga di isi dengan kegiatan penandatanganan Fakta Integritas Anti Korupsi.

    Untuk kegiatan deklarasi anti korupsi, naskahnya ditandatangani oleh Ketua KPK, Agus Rahardjo, Wakil Ketua MK, Aswanto, Sesjen MPR, Ma’ruf Cahyono, dan Rektor UGM, Panut Mulyono, disaksikan Sultan Hemengku Buwono X. “Hari ini dari Yogya kita gaungkan gerakan anti korupsi untuk dunia,” kata Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya.

    Dan, puncak kegiatan Festival Konstitusi dan Anti Korupsi ini adalah talkshow dengan tema “Ukir Integritasmu Mewujudkan Budaya Konstitusi dan Anti Korupsi”. Acara yang dipandu oleh presenter kondang Valerina Daniel ini menghadirkan narasumber Agus Raharjo, Ma’rut Cahyono, Aswanto, dan Panut Mulyono. Acara talkshow ini disimak oleh ribuan mahasiswa dan civitas akademika UGM. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.