Tiga Calon Ketua Umum HIPMI Adu Gagasan

Debat final calon ketua umum HIPMI yang dilaksanakan secara live di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta, pada Minggu, 8 September 2019

INFO NASIONAL — Ketiga calon ketua umum (caketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVI periode 2019–2022 dipertemukan dalam Debat Final secara live pada Minggu, 8 September di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta. Ketiganya, yakni Bagas Adhadirgha (Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP HIPMI), Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI), dan Mardani H Maming (Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI dan mantan Bupati Tanah Bumbu).

Ketiga panelis yang menguji para kandidat adalah pendiri dan mantan Ketua HIPMI Abdul Latief, Ahmad Erani Yustika Ekonom yang juga ahli di bidang pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), dan Aviliani, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Debat yang bertema “Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0" dibagi menjadi dua sesi. Diawali dengan presentasi visi dan program kerja selama dua menit dan diakhiri dengan tanya jawab dengan masing-masing panelis selama 15 menit.

Bahlil Lahadalia, Ketua Umum HIPMI 2015–2018, mengatakan HIPMI lahir dengan cita-cita mulia menyejaterahkan kemerdekaan, menyejaterahkan rakyat dan menjadi pemain ekonomi indonesia, serta sekaligus menjadi tuan di negeri sendiri.

Salah satu permasalahan bidang ekonomi sekarang adalah adalah lambatnya pertumbuhan ekonomi global. Panelis Aviliani mempertanyakan bagaimana peran UKM yang juga anggota HIPMI. Bagas memaparkan, HIPMI akan menjadi organisasi servis dan mengadakan banyak pelatihan-pelatihan terutama di bidang teknologi informasi. HIPMI akan mendukung para pengusaha muda UKM dengan menjadikan HIPMI sebagai pusat inkubator sehingga UKM-UKM tersebut dapat terverifikasi baik dalam dan luar negeri. 

Calon ketum lainnya, Ajib mengatakan solusi tercepat menghadapi situasi ini adalah dengan investasi. Untuk itu pemerintah harus memiliki komitmen terutama masalah regulasi. Sedangkan menurut Mardani, saat ini Indonesia boleh bangga karena banyak start up terkenal berasal dari Indonesia walau tidak 100 persen dikuasai anak bangsa.  HIPMI akan mendorong negara untuk mengambil alih, dengan cara mewajibkan start up tersebut membuka perbankannya di Indonesia. 

Di sesi tanya jawab terakhir, Panelis Abdul Latief menanyakan kesan dan pesan para caketum terhadap masyarakat bisnis Indonesia. Menurut Bagas, tantangan Indonesia memanfaatkan sumber daya alam dan manusia secara optimal, dengan mengadakan pelatihan, memperbanyak kemampuan, serta meningkatkan entry di generasi muda.  Ajib, akan mendesain HIPMI menjadi lebih memiliki nilai tambah dan memiliki peran sentral di berbagai sektor. Mardani, berkeyakinan mental adalah faktor utama yang harus diubah dari bangsa ini. 

Acara malam debat pamungkas tersebut ditutup Erwin Aksa, Mantan Ketua HIPMI Periode 2008–2011. “Saya berharap ketua umum yang akan datang akan membawahi HIPMI jauh lebih baik lagi serta merangkul dan menggandeng kader–kader yang lain,” katanya. Puncak Munas HIPMI XVI akan berlangsung di Jakarta pada 16-18 September mendatang dan akan dibuka oleh Presiden Jokowi. (*)






Pengusaha Startup Percayakan JKN untuk Jaminan Kesehatan Karyawan

4 hari lalu

Pengusaha Startup Percayakan JKN untuk Jaminan Kesehatan Karyawan

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini sudah menjadi andalan bagi masyarakat Indonesia untuk menjamin kesehatan pribadi dan keluarganya.


Protes Tarif Angkutan Penyeberangan Naik 11 Persen, Pengusaha Khawatir Berpengaruh terhadap Keselamatan

5 hari lalu

Protes Tarif Angkutan Penyeberangan Naik 11 Persen, Pengusaha Khawatir Berpengaruh terhadap Keselamatan

Gapasdap menyebut kenaikan tarif angkutan penyeberangan yang mesti ditetapkan Kemenhub adalah sebesar 43 persen.


MPR Dorong Pemerintah Percepat Ganti Rugi Lumpur Lapindo

7 hari lalu

MPR Dorong Pemerintah Percepat Ganti Rugi Lumpur Lapindo

Para pengusaha merupakan orang yang telah banyak memberi kontribusi yang penting bagi bangsa, negara, dan masyarakat.


Redam Resesi Tahun Depan, Ini Saran Pengusaha untuk Pemerintahan Jokowi

7 hari lalu

Redam Resesi Tahun Depan, Ini Saran Pengusaha untuk Pemerintahan Jokowi

Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo meminta pemerintah fokus menjaga daya beli masyarakat dan menaikkan nilai tambah atau hilirisasi produk ekspor


Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

11 hari lalu

Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

Pengusaha memperkirakan tingkat inflasi tetap tinggi meski kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia agresif.


4 Tipe Pemutusan Hubungan Kerja, Apa Beda PHK Inisiatif Pengusaha dan Pekerja?

14 hari lalu

4 Tipe Pemutusan Hubungan Kerja, Apa Beda PHK Inisiatif Pengusaha dan Pekerja?

Ada banyak tipe PHK menurut aturan. Berikut 4 di antaranya, apa bedanya PHK inisiatif pengusaha dan pekerja?


Ketua Kadin DKI Minta Pj Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Jangan Jadi Titipan

14 hari lalu

Ketua Kadin DKI Minta Pj Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Jangan Jadi Titipan

Pj Gubernur DKI pengganti Anies Baswedan diminta melibatkan pengusaha dalam pengambilan kebijakan yang mempengaruhi dunia usaha.


Menjelang Anies Baswedan Lengser, Pengusaha Berharap Pj Gubernur DKI Komunikatif dan Mudah Ditemui

14 hari lalu

Menjelang Anies Baswedan Lengser, Pengusaha Berharap Pj Gubernur DKI Komunikatif dan Mudah Ditemui

Siapapun yang terpilih sebagai pengganti Anies Baswedan nanti diharapkan dapat menciptakan suasana politik yang sejuk dan tidak menimbulkan kegaduhan.


Polusi Suara di Bali, Sandiaga Uno: Desibel Suara Kini Maksimal 70 untuk Outdoor

17 hari lalu

Polusi Suara di Bali, Sandiaga Uno: Desibel Suara Kini Maksimal 70 untuk Outdoor

Sandiaga mengumumkan hasil kesepakatan di antara pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif Bali khususnya di Desa Canggu, Kabupaten Badung, terkait permasalahan polusi suara.


Bamsoet: Apa yang Saya Capai Bukan Tiba-tiba dari Langit

23 hari lalu

Bamsoet: Apa yang Saya Capai Bukan Tiba-tiba dari Langit

Semasa kuliah Bamsoet menjual berbagai kebutuhan pokok, seperti sayur, bawang merah dan telor di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta