Selasa, 24 September 2019

Tiga Calon Ketua Umum HIPMI Adu Gagasan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Debat final calon ketua umum HIPMI yang dilaksanakan secara live di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta, pada Minggu, 8 September 2019

    Debat final calon ketua umum HIPMI yang dilaksanakan secara live di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta, pada Minggu, 8 September 2019

    INFO NASIONAL — Ketiga calon ketua umum (caketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVI periode 2019–2022 dipertemukan dalam Debat Final secara live pada Minggu, 8 September di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta. Ketiganya, yakni Bagas Adhadirgha (Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP HIPMI), Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI), dan Mardani H Maming (Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI dan mantan Bupati Tanah Bumbu).

    Ketiga panelis yang menguji para kandidat adalah pendiri dan mantan Ketua HIPMI Abdul Latief, Ahmad Erani Yustika Ekonom yang juga ahli di bidang pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), dan Aviliani, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Debat yang bertema “Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0" dibagi menjadi dua sesi. Diawali dengan presentasi visi dan program kerja selama dua menit dan diakhiri dengan tanya jawab dengan masing-masing panelis selama 15 menit.

    Bahlil Lahadalia, Ketua Umum HIPMI 2015–2018, mengatakan HIPMI lahir dengan cita-cita mulia menyejaterahkan kemerdekaan, menyejaterahkan rakyat dan menjadi pemain ekonomi indonesia, serta sekaligus menjadi tuan di negeri sendiri.

    Salah satu permasalahan bidang ekonomi sekarang adalah adalah lambatnya pertumbuhan ekonomi global. Panelis Aviliani mempertanyakan bagaimana peran UKM yang juga anggota HIPMI. Bagas memaparkan, HIPMI akan menjadi organisasi servis dan mengadakan banyak pelatihan-pelatihan terutama di bidang teknologi informasi. HIPMI akan mendukung para pengusaha muda UKM dengan menjadikan HIPMI sebagai pusat inkubator sehingga UKM-UKM tersebut dapat terverifikasi baik dalam dan luar negeri. 

    Calon ketum lainnya, Ajib mengatakan solusi tercepat menghadapi situasi ini adalah dengan investasi. Untuk itu pemerintah harus memiliki komitmen terutama masalah regulasi. Sedangkan menurut Mardani, saat ini Indonesia boleh bangga karena banyak start up terkenal berasal dari Indonesia walau tidak 100 persen dikuasai anak bangsa.  HIPMI akan mendorong negara untuk mengambil alih, dengan cara mewajibkan start up tersebut membuka perbankannya di Indonesia. 

    Di sesi tanya jawab terakhir, Panelis Abdul Latief menanyakan kesan dan pesan para caketum terhadap masyarakat bisnis Indonesia. Menurut Bagas, tantangan Indonesia memanfaatkan sumber daya alam dan manusia secara optimal, dengan mengadakan pelatihan, memperbanyak kemampuan, serta meningkatkan entry di generasi muda.  Ajib, akan mendesain HIPMI menjadi lebih memiliki nilai tambah dan memiliki peran sentral di berbagai sektor. Mardani, berkeyakinan mental adalah faktor utama yang harus diubah dari bangsa ini. 

    Acara malam debat pamungkas tersebut ditutup Erwin Aksa, Mantan Ketua HIPMI Periode 2008–2011. “Saya berharap ketua umum yang akan datang akan membawahi HIPMI jauh lebih baik lagi serta merangkul dan menggandeng kader–kader yang lain,” katanya. Puncak Munas HIPMI XVI akan berlangsung di Jakarta pada 16-18 September mendatang dan akan dibuka oleh Presiden Jokowi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Chip Smart SIM Catat Data Forensik dan Pelanggaran Lalu Lintas

    Berbeda dari kartu SIM sebelumnya, Smart SIM memiliki tampilan baru dan sejumlah fitur tambahan. Termasuk menjadi dompet elektronik.