Rusuh di Papua Barat, Polisi Tetapkan 30 Tersangka

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi gedung DPRD Papua Barat yang terbakar pascakerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin, 19 Agustus 2019. ANTARA

    Kondisi gedung DPRD Papua Barat yang terbakar pascakerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin, 19 Agustus 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Papua Barat menetapkan 30 orang sebagai tersangka dalam aksi demonstrasi berujung rusuh di wilayah Papua Barat. Selain itu, polisi menetapkan 12 orang masuk daftar pencarian orang atau DPO.

    "Seluruh fungsi kepolisian di Polda Papua Barat terlibat aktif untuk mengungkap para pelaku pembakaran, perusakan, dan penjarahan dalam aksi demonstrasi berujung anarkistis di sejumlah daerah di Papua Barat," kata Juru bicara Kepolisian Daerah Papua Barat Ajun Komisaris Besar Mathias Krey.

    Kesimpulan sementara, kata Krey, dari 88 Laporan Polisi (LP) yang tersebar di Polres Manokwari, Polres Kota Sorong, Polres Fakfak dan Polres Bintuni, 30 orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara 12 lainnya masih dalam pencarian polisi.

    Adapun rinciannya menurut Krey adalah, dari 40 laporan polisi di Polres Manokwari ditetapkan 13 tersangka, 1 laporan di Polres Fakfak ditetapkan 3 tersangka, 1 laporan di Polres Teluk Bintuni ada 1 tersangka, dan dari 43 laporan polisi di Polres Kota Sorong ditetapkan 13 tersangka.

    Selain penetapan 30 tersangka, Polda Papua Barat juga menetapkan 12 orang sebagai DPO. "Satu DPO di Manokwari dan 11 DPO di Kota Sorong," ujar Krey. Meski telah menetapkan puluhan tersangka, namun Polisi belum dapat memastikan aktor intelektual dalam aksi anarkistis di empat daerah tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.