RI-Thailand Pererat Kerjasama di Bidang Politik dan Keamanan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia dan Thailand sepakat untuk lebih mempererat kerjasama di antara kedua negara khususnya di bidang politik dan keamanan, perdagangan, dan kebudayaan. Demikian dikatakan Presiden Megawati Soekarno Putri dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (17/1). Dalam pertemuan tersebut dibicarakan pula mengenai kemungkinan kerjasama di bidang intelijen untuk memerangi terorisme dan penentuan batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan “Kondisi ini menjadi kendala dalam bidang perikanan dan dalam mengatasi masalah penyelundupan,” kata Presiden. Di bidang perdagangan kedua negara sepakat untuk lebih meningkatkan kerjasama di sektor energi dan tata niaga karet. Hingga saat ini baik Indonesia maupun Thailand merupakan produsen karet terbesar di dunia. Karena itu, kata Mega, mereka merasa perlu meningkatkan kerjasama secara intensif. Sedangkan Perdana Menteri Thaksin berharap agar kedua negara dapat melakukan pembicarkan yang lebih intensif melalui menteri-menteri terkait. Hal senada juga diungkapkan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rini Suwandi, yang ditemui seusai pertemuan. “Mereka menyadari banyak hal dalam hubungan perdagangan kedua negara termasuk memperbaiki harga internasional,” ujar Rini. Dalam pembicaraan itu, Perdana Menteri Thaksin menekankan bahwa sebagai produsen beras terbesar di dunia, Indonesia dan Thailand seharusnya bisa menjaga kepentingan pendapatan petani. Sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menyebutkan tiga agenda pembicaraan manyangkut kerjasama energi diantara kedua negara. Diantaranya adalah kelanjutan gas alam Natuna , pemanfaatan sweet crude oil dari Thailand dan pembangunan listrik tenaga batu bara. Menurut Purnomo dalam prroyek gas alam Natuna, Indonesia meminta agar diadakan negoisasi ulang. “Thailand menyatakan mereka akan mempelajari dulu suplay-demand balancenya,” ujar Purnomo. Indonesia juga menyambut baik tawaran Thailand untuk memanfaatkan kelebihan produksi atau (access capasity) dari kilang yang memproduksi sweet crude oil untuk penyediaan energi di Indonesia. “Kita bilang ya itu nanti kita lihat karena sweet crude oil kita sudah commit ke Jepang,” kata dia. Jumpa pers tersebut digelar tanpa tanya jawab. Kedua pemimpin negara itu langsung meninggalkan Istana Merdeka untuk beristirahat di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Dijadwalkan, malam nanti, PM Thaksin akan menghadiri jamuan makan malam kehormatan di Istana Negara. (Dara Meutia Uning)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.