Polri Bantah Ada Penembakan Pelajar di Papua Barat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat menunjukkan bukti akun media sosial tersangka kreator propaganda dan penyebaran hoaks pada konferensi pers di Gedung Humas Polri, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat menunjukkan bukti akun media sosial tersangka kreator propaganda dan penyebaran hoaks pada konferensi pers di Gedung Humas Polri, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo membantah isi cuitan yang mengklaim seorang pelajar di Papua Barat ditembak oleh oknum polisi. Cuitan tersebut diunggah akun Twitter @AfricaRepublic pada Senin, 9 September 2019. 

    "Hoaks itu," kata Dedi melalui pesan singkat saat di konfirmasi pada Selasa, 10 September 2019.

    Cuitan tersebut dibuka dengan tagar Breaking dan memuat klaim bahwa pelajar Papua Barat telah ditembak oknum polisi. Kemudian dia tidak bisa dibawa ke rumah sdi akit lantaran rumah sakit ditutup polisi.

    Dalam cuitan tersebut, pemilik akun juga menautkan sebuah video berdurasi kurang dari dua menit. Video itu diklaim merupakan suasana saat pelajar Papua Barat tersebut akhirnya harus dirawat di sebuah asrama sekolah di Makassar.

    Dedi menegaskan cuitan tersebut tidak benar. Masyarakat setempat, kata dia, sudah beraktivitas secara normal.

    "Secara umum pascapenegakan hukum yg dilakukan oleh Polda Papua dan Papua barat, situasi sudah kondusif," kata dia.

    GALUH PUTRI RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.