Polri Tetapkan 2 Mastermind Tersangka Kerusuhan Jayapura

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi pertokoan dan rumah warga yang hagus terbakar di Entrop, Kota Jayapura, Papua, Minggu, 1 September 2019. Kondisi Kota Jayapura mulai kondusif pascaunjuk rasa warga Papua pada Kamis 29 Agustus lalu. ANTARA

    Kondisi pertokoan dan rumah warga yang hagus terbakar di Entrop, Kota Jayapura, Papua, Minggu, 1 September 2019. Kondisi Kota Jayapura mulai kondusif pascaunjuk rasa warga Papua pada Kamis 29 Agustus lalu. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menyatakan bahwa ada dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka mastermind kerusuhan di Jayapura, Papua.

    "Kaitannya dengan pengungkapan mastermind, saat ini dari Polda Papua sudah menetapkan dua tersangka mastermind atas nama FK dan AG," kata Dedi saat memberikan keterangan pers di kantor Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin, 9 September 2019.

    Dedi menuturkan FK merupakan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Cenderawasih (FISIP Uncen). FK, kata Dedi, berperan sebagai penggerak massa.

    "FK menggerakkan mahasiswa dan junior-juniornya yang ada di Uncen. Dia juga menggerakkan massa," kata Dedi.

    Sedangkan AG, menurut Dedi, juga memiliki peran yang sama dengan FK. "AG sama dengan FK. Dia juga bagian dari pada penggerak Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Jayapura yang digerakkan aktor intelektual di KNPB," ujar Dedi.

    Lebih lanjut Dedi menerangkan bahwa saat ini polisi masih mendalami dua tokoh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang juga diduga menjadi mastermind kerusuhan Papua dan Papua Barat. "Di KNPB ada dua aktor intelektual juga, inisial AK dan VY. Tapi belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih didalami oleh Polda Papua," kata dia.

    GALUH PUTRI RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.