Disebut Desmond Brengsek, Pimpinan KPK: Jadi Tambah Semangat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jakarta Selatan pada Rabu, 12 Juni 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jakarta Selatan pada Rabu, 12 Juni 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Saut Situmorang menanggapi enteng Wakil Ketua Komisi Hukum DPR Desmond J. Mahesa yang menyebut pimpinan komisi antikorupsi brengsek. Dia mengatakan ucapan itu membuat KPK tambah semangat menindak pelaku korupsi.

    "Enggak apa-apa, ucapan keras itu akan membuat KPK lebih perform dalam mencegah dan menindak," kata dia dihubungi, Senin, 9 September 2019.

    Sebelumnya, Desmond menyebut pimpinan KPK brengsek dan tak berbeda dengan anggota DPR. Dia mengatakan calon pimpinan selalu mengkritik kelemahan KPK saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi Hukum. Namun, ketika sudah terpilih mereka berubah dan tidak memperbaiki kekurangan KPK.

    "Setiap orang di Komisi III selalu mengkritik kelemahan-kelemahan KPK, tapi sesudah di dalam apa yang terjadi? Mereka tidak mau mengubah. Ini suatu kebohongan sejak awal, jadi ini lucu-lucuan saja jadinya," kata politikus Gerindra itu di gedung DPR.

    Desmond mengaku heran ketika para pimpinan yang terpilih kemudian balik menyerang DPR. Karena itu, Desmond mengatakan pimpinan KPK brengsek dan tak berbeda dengan anggota DPR.

    "Seolah-olah sesuatu yang dulu diomongkan di Komisi 3 pada saat uji kelayakan, sesudah mereka dapat kendaraannya seolah-olah ini pada brengsek, kan omong kosong, mereka itu juga apa bedanya dengan DPR, brengsek itu," kata Desmond.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.