Pansel: Arahan Jokowi Pilih Capim KPK Berorientasi Pencegahan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi. TEMPO/Subekti

    Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta-Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi atau Pansel capim KPK, Hendardi, menyebut bahwa timnya sudah menyeleksi kandidat sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Salah satu arahan presiden, ujar Hendardi, ialah memilih capim yang berorientasi kepada pencegahan korupsi.

    "Jadi pola penindakan yang dulu menjadi prioritas, ini agak bergeser ke pencegahan," ujar Hendardi dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Pansel Capim KPK dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 9 September 2019.

    Dalam pidato kenegaraan pada 16 Agustus lalu, Jokowi mengkritik gencarnya operasi tangkap tangan atau OTT oleh KPK. Menurut Jokowi, hal tersebut tak efektif karena Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hanya naik satu peringkat.

    "Keberhasilan bukan hanya diukur dari berapa kasus yang diangkat dan bukan hanya berapa orang dipenjarakan. Harus juga diukur dari berapa potensi pelanggaran hukum bisa dicegah, berapa potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan," kata Jokowi.

    Sindiran Jokowi ini kemudian ditangkap oleh para politikus sebagai sinyal Istana menyetujui revisi UU KPK. "Iya (itu sinyalnya). Presiden sudah mengingatkan orientasi pemberantasan korupsi itu bukan penangkapan, tapi pencegahan," ujar Fahri Hamzah saat dihubungi Tempo pada Ahad, 8 September 2019.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.