Pray For Papua di Mataram, Sekda Fak Fak: NKRI Harga Mati

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penari Papua mementaskan tarian Yospan Papua saat acara Papua Adalah Kita di halaman Museum Fatahillah, kawasan Kota Tua, Jakarta, Jumat, 6 September 2019. Acara solidaritas untuk Papua tersebut diisi dengan pementasan kesenian dari Papua serta kebudayaan Indonesia lainnya. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Penari Papua mementaskan tarian Yospan Papua saat acara Papua Adalah Kita di halaman Museum Fatahillah, kawasan Kota Tua, Jakarta, Jumat, 6 September 2019. Acara solidaritas untuk Papua tersebut diisi dengan pementasan kesenian dari Papua serta kebudayaan Indonesia lainnya. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menginisiasi kegiatan Pray for Papua bertema Love for Papua From West Nusa Tenggara di pinggir Pantai Senggigi tadi malam, Sabtu, 7 September 2019.

    Bersama para pemimpin umat beragama Islam, Nasrani, Hindu, dan Budha, ribuan warga memadati acara. Sekretaris Daerah Kabupaten Fak Fak Ali Bahim Temongmere dan 20 anggota stafnya pun hadir.

    Doa bersama yang berlangsung mulai petang dan didahului pentas musik tradisional Sasak Gendang Beliq dari Polres Lombok Tengah dan permainan musik akustik Asbac Band. 

    Ali Bahim Temongmere menyatakan sangat terharu dengan empati masyarakat NTB terhadap Papua. ‘’Kami nyatakan Papua adalah NKRI harga mati. Mari kobarkan semangat untuk bersatu dengan seluruh masyarakat Indonesia,’’ ujarnya.

    Ia meminta maaf atas kejadian di Papua yakni pengibaran bendera selain Bendera Merah Putih. Ali Bahim menilai pelaku adalah oknum yang ingin merusak kedamaian di Indonesia. 

    Acara dihadiri Kepala Polda NTB Irjen Pol Nana Sudjana AS, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, serta civitas akademika perguruan tinggi se-Mataram, Ibu Kota NTB.

    Pray for Papua dilengkapi dengan pelarungan lilin ke laut sebagai simbol harapan untuk Papua, pertunjukan Kembang Api, pertunjukan tim selam, dan atraksi kapal patroli Direktorat Pol Air NTB.

    Adapun perwakilan Islam yang hadir adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia NTB Saiful Muslim, Ketua Parisadha Hindu Dharma I Gede Mandra, Romo Paulus Payong SVD (Katolik), Pendeta Pardamean Doloksaribu (Kristen Protestan), Bikhu Upasilo (Budha), dan S. Widjanarko alias Wang Ping Sen (Budha).

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.