Jalan-jalan Bareng Jan Ethes dan Sedah Mirah, Jokowi Sebar Kaos

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akhir pekan, Presiden Jokowi ajak Jan Ethes dan Sedah Mirah ke pusat belanja Solo Paragon, Sabtu malam 7 September 2019. Tempo \ AHMAD RAFIQ

    Akhir pekan, Presiden Jokowi ajak Jan Ethes dan Sedah Mirah ke pusat belanja Solo Paragon, Sabtu malam 7 September 2019. Tempo \ AHMAD RAFIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan keluarganya menghabiskan akhir pekan dengan berjalan-jalan ke pusat belanja Paragon Solo, Sabtu malam 7 September 2019. Sebelum pulang, Jokowi sempat membagikan kaos untuk para pengunjung.

    Jokowi dan Ibu Negara Iriana mengajak tiga anak, dua menantu dan dua cucunya saat jalan-jalan di pusat belanja itu. Jokowi beberapa kali harus tertinggal rombongan lantaran banyaknya pengunjung yang ingin berswafoto.

    Saat mereka hendak pulang, sebagian pengunjung juga telah menunggu di lobi mal. Setelah melayani swafoto, Jokowi memerintahkan pengawalnya untuk mengambil kaos berwarna hitam. Tumpukan kaos itu langsung ludes dibagi-bagikan untuk para pengunjung.

    Salah satu pengunjung, Madu Ratna terlihat sangat senang mendapat kaos itu. "Ini tadi dikasih langsung oleh Pak Jokowi," kata mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu sembari membuka kaos dari bungkus plastiknya.

    Terdapat tulisan Jokowi berwarna putih di bagian depan kaos tersebut. Di atas tulisan itu terdapat deretan tulisan yang agak kabur dan membentuk gambar wajah Jokowi. Semua tulisan berwarna putih, kontras dengan kaos yang berwarna hitam.

    Mantan Wali Kota Solo dan keluarganya itu tidak seberapa lama berada di Solo Paragon. Sebab, mereka tidak berbelanja di mall yang berada di kawasan Mangkubumen itu. "Cuma ngajak Jan Ethes jalan-jalan," kata Jokowi.

    Tujuan mereka adalah arena permainan yang ada di dalam pusat belanja itu. Di tempat tersebut Jokowi mengajak bermain kedua cucunya, Jan Ethes dan Sedah Mirah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.