Goenawan Mohamad Tolak Jadi Pembicara, Diskusi IIBF Dibatalkan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sastrawan Goenawan Mohamad saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk `Menolak Pembusukan Filsafat` di kawasan Cikini, Jakarta, 13 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sastrawan Goenawan Mohamad saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk `Menolak Pembusukan Filsafat` di kawasan Cikini, Jakarta, 13 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasca Goenawan Mohamad menolak ikut serta sebagai pembicara di Indonesian Internasional Book Festival (IIBF), panel diskusi yang mulanya dipasangkan dengan Direktur Frankfurt Book Festival, Jürgen Bosch hari ini akhirnya dibatalkan.

    "Ini karena panelisnya (Goenawan) enggak hadir, ya sudahlah. Enggak jadi," kata Ketua Panitia Djadja Subagdja kepada Tempo di Jakarta Convention Center, Jumat 6 September 2019.

    Keputusan GM, begitu Goenawan disapa, merupakan sikap atas keterlibatan Felix Siauw dalam bedah buku di IIBF pada Rabu lalu. GM menilai Felix Siauw adalah orang yang menentang asas NKRI karena mendukung khilafah.

    Mulanya, GM diundang untuk mengisi panel diskusi yang bertajuk Germany Session. Sedianya agenda itu akan digelar di panggung utama IIBF pada Jumat, 6 September 2019, pukul 16.30 untuk membahas kerjasama Indonesia-Jerman terkait hak cipta yang terjalin sejak tahun 2015.

    Djadja menjelaskan, kehadiran Jürgen sudah menjadi rencana sejak awal. Namun karena Goenawan Mohamad menolak hadir, maka pembahasan itu menjadi agenda internal dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) selaku penyelenggara IIBF. "Bicara di dalam saja, meeting. Pembahasan yang sama tentang kerjasama Indonesia-Jerman," katanya.

    Lebih lanjut Djadja menjelaskan, panel diskusi GM dan Jürgen adalah inisiatif dari IKAPI dan Goethe Institute. Dia mengaku ingin mengundang pendiri majalah Tempo itu untuk memberikan masukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.