Felix Siauw Diundang IIBF, Bekraf Bakal Stop Bantuan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yohanis Gama Marshall Lau alias Jon, siswa SMPN Silawan, Belu, Nusa Tenggara Timur, diajak berswafoto dengan Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno saat menghadiri upacara pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu, 18 Agustus 2018. Joni hadir dengan mengenakan jaket Asian Games berwarna merah pemberian Kementerian Pemuda dan Olahraga. Inasgoc/Puspa Perwitasari.

    Yohanis Gama Marshall Lau alias Jon, siswa SMPN Silawan, Belu, Nusa Tenggara Timur, diajak berswafoto dengan Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno saat menghadiri upacara pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu, 18 Agustus 2018. Joni hadir dengan mengenakan jaket Asian Games berwarna merah pemberian Kementerian Pemuda dan Olahraga. Inasgoc/Puspa Perwitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana kehadiran Felix Siauw sebagai pembicara dalam Indonesian International Book Festival (IIBF) membuat Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf mempertimbangkan menghentikan dukungan atau bantuan pada perhelatan tahunan tersebut.  

    "Sedang kami pertimbangkan. Teguran sudah secara lisan dan pesan tertulis," kata Kepala Bekraf Triawan Munaf kepada Tempo hari ini, Jumat, 6 September 2019.

    Menurut Triawan, keputusan panitia IIBF mengundang penceramah kontroversial gerakan khilafah, Felix Siauw, menyebabkan kegaduhan di masyarakat dan ketidaknyamanan Bekraf yang selama ini membantu panitia.

    "Mereka hanya memohon maaf dan menyesal. Tidak ada penyesalan telah menampilkan tokoh yang bersangkutan."

    Triawan menjelaskan dukungan Bekraf kepada Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) sebagai penyelenggara IIBF adalah membantu menempatkan Indonesia sebagai pusat perkembangan industri literasi, setidaknya di kawasan Asia Tenggara.

    Melekat juga upaya Bekraf meningkatkan budaya literasi di masyarakat. Budaya literasi tentu akan tumbuh seiring dengan pemahaman tentang keberagaman dan toleransi terhadap kemajemukan bangsa Indonesia.

    "Bekraf sangat menyesali IKAPI sebagai penyelenggara IIBF telah menyertakan pihak-pihak yang bertentangan dengan prinsip-prinsip tersebut," tutur Triawan.

    Dalam IIBF Felix Siauw tampil sebagai pembicara dalam panel bedah buku. Felix Siauw bersama tim kreatifnya membahas bukunya yang berjudul 'Wanita Berkarir Surga" pada Rabu lalu, 4 September 2019.

    Tak hanya Bekraf yang menyesali keputusan IKAPI melibatkan Felix Siauw. Sastrawan Goenawan Mohamad memutuskan menolak tampil sebagai pembicara dalam diskusi di IIBF.

    Keputusan tersebut merupakan sikapnya atas keterlibatan Felix Siauw yang dinilai menentang NKRI. Padahal, IIBF dibiayai dana publik yang dikelola NKRI. "Sebuah hipokrisi," katanya.

    Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dna Kebudayaan Hilmar Farid pun batal menghadiri undangan karena kedatangan Felix Siauw>

    HALIDA BUNGA FISANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.