Lulusan Perguruan Tinggi Diminta Berkarya untuk Bangsa dan Negara

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, pada acara Wisuda ke-63 Universitas Islam Nusantara (Uninus) di Bandung Convention Center (BCC), Kota Bandung, Kamis, 5 September 2019.

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, pada acara Wisuda ke-63 Universitas Islam Nusantara (Uninus) di Bandung Convention Center (BCC), Kota Bandung, Kamis, 5 September 2019.

    INFO JABAR — Para lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan karya dan jasa untuk bangsa dan negara. Oleh karena itu, para sarjana harus menyiapkan mental dan keahliannya untuk ikut serta dalam pembangunan.

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menyatakan hal itu di hadapan 1.113 wisudawan dan wisudawati program sarjana, master dan doktor pada acara Wisuda ke-63 Universitas Islam Nusantara (Uninus) di Bandung Convention Center (BCC), Kota Bandung, Kamis, 5 September 2019.

    "Atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, saya mengucapkan terima kasih atas karya dan jasa Universitas Islam Nusantara yang hari ini telah melahirkan wisudawan dan wisudawati, yang insyaallah mereka memiliki keilmuan dan keahlian yang bermanfaat untuk masyarakat bangsa, negara, dan agama," kata Uu.

    Menurut Uu, persaingan kehidupan saat ini semakin ketat sehingga dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk menghadapi tantangan pada masa depan.

    "Setelah diwisuda, kita akan menghadapi persaingan yang sangat ketat, seleksi kehidupan yang semakin sulit. Oleh karena itu, siapkan mental yang kuat untuk menghadapi kehidupan di masa yang akan datang," ucapnya.

    Uu berpesan agar generasi muda memiliki integritas, moral, dan akhlak. Karena, menurut dia, kesuksesan dalam hidup tidak hanya dilihat dari status, pangkat atau jabatan, serta gelar pendidikan saja.

    "Seseorang bisa hebat, seseorang bisa dihargai bukan hanya karena ilmu, kepangkatan dan jabatan, tetapi yang paling dihargai karena memiliki moral, akhlak, dan integritas," ujarnya. (*) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.