Menlu Retno Perintahkan Seluruh Diplomat Jelaskan Kondisi Papua

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi bersama Menlu Latvia Edgars Rinkevics (kiri) memberikan keterangan seusai pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat 19 Juli 2019. Kunjungan Menlu Latvia tersebut untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Latvia, diantaranya peningkatan kerja sama pariwisata, bebas visa untuk paspor diplomatik dan paspor dinas, serta ekonomi untuk mempromosikan minyak sawit berkelanjutan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi bersama Menlu Latvia Edgars Rinkevics (kiri) memberikan keterangan seusai pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat 19 Juli 2019. Kunjungan Menlu Latvia tersebut untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Latvia, diantaranya peningkatan kerja sama pariwisata, bebas visa untuk paspor diplomatik dan paspor dinas, serta ekonomi untuk mempromosikan minyak sawit berkelanjutan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan telah memerintahkan semua diplomat Indonesia untuk menjelaskan situasi terkait Papua dan Papua Barat. Hal ini ia sampaikan saat rapat membahas kondisi Papua dan Papua Barat bersama Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

    "Tugas para diplomat adalah menjelaskan mengenai situasi di negara kita. Termasuk situasi yang baru-baru ini terjadi di Papua," kata Retno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 5 September 2019.

    Retno menjelaskan tugas diplomat adalah menjadi pagar kedaulatan Republik Indonesia. Menjaga kedaulatan ini, kata dia, menjadi salah satu agenda prioritas politik luar negeri Indonesia. Para diplomat, kata dia, tidak akan mundur sedikit pun.

    "Izinkan kami menekankan bahwa Papua dan Papua barat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Kalau ada hal terkait upaya pemisahan, ada call for referendum maka itu sudah merupakan red line, red line bagi kita semua," ujarnya.

    Ia menuturkan telah mengumpulkan para diplomat asing yang ada di Jakarta pada 1 September lalu guna menjelaskan terkait kondisi Papua dan Papua Barat.

    Retno berharap situasi di Papua dan Papua Barat segera kondusif. Dia mengklaim memiliki strategi-strategi untuk mengatasi persoalan Papua, namun enggan membocorkannya ke publik.

    "Mengenai strategi yang telah dan akan kami lakukan dalam konteks internasional, kami akan sampaikan secara tertutup," kata Retno," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.