Kata Wiranto Pengerahan TNI-Polri di Papua untuk Bersihkan Puing

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Wiranto memberikan arahan dalam acara pengucapan ikrar setia kepada Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menko Polhukam Wiranto memberikan arahan dalam acara pengucapan ikrar setia kepada Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, sejumlah aparat keamanan yang dikirim ke Papua ditugaskan untuk membersihkan reruntuhan gedung yang dirusak saat aksi unjuk rasa menentang rasisme.

    "Sebenarnya aparat keamanan kami kerahkan untuk membersihkan puing-puing. Membersihkan reruntuhan akibat kemarin dirusak dan dibakar," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis, 5 September 2019.

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengirimkan 6 ribu pasukan gabungan Polri dan TNI ke sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat. Pasukan disebar di Jayapura, Manokwari, Sorong, Paniai Deiyai, Nabire, dan Fakfak.

    Wiranto menuturkan kondisi di Papua Barat sudah lebih kondusif. Namun, aparat tetap disiagakan untuk menghadapi situasi yang mungkin berkembang sembari membantu membersihkan puing-puing.

    Menurut Wiranto, Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga sudah memerintahkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk melaksanakan perbaikan gedung-gedung dan fasilitas umum yang rusak di Papua Barat, supaya bisa kembali berfungsi.

    "Dana disiapkan, PUPR, kalau sudah bersih segera membangun. Pak Menteri PUPR sudah meninjau bangunan-bangunan yang kemungkinan segera dipulihkan kembali," kata dia.

    Selain itu, Wiranto mendapat laporan bahwa di sejumlah tempat di Papua Barat, telah diadakan berbagai pertemuan lanjutan di Sorong beberapa waktu lalu untuk menyuarakan perdamaian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.