Minggu, 22 September 2019

Wiranto: Konflik Penambang Emas Yahukimo Tak Terkait Demo Papua

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan tokoh Papua  di gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2019. Dalam pertemuan tersebut Wiranto mengatakan mereka tidak mencari yang salah atas kisruh di Papua yang kian memanas melainkan mencari solusi dengan dialog serta sepakat untuk mengakhiri ketegangan Papua dan Papua Barat. TEMPO/m Taufan Rengganis

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan tokoh Papua di gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2019. Dalam pertemuan tersebut Wiranto mengatakan mereka tidak mencari yang salah atas kisruh di Papua yang kian memanas melainkan mencari solusi dengan dialog serta sepakat untuk mengakhiri ketegangan Papua dan Papua Barat. TEMPO/m Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyampaikan bahwa peristiwa penyerangan di area penambangan emas Yahukimo, Papua, tak berkaitan dengan aksi unjuk rasa menentang rasisme di sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.

    "Itu konflik horizontal saja antara penambang emas luar daerah dengan penduduk setempat. Bukan ada kaitan dengan demo," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis, 5 September 2019.

    Wiranto menuturkan aparat  telah mengevakuasi 97 orang pendulang emas dari berbagai lokasi. Ia memastikan aksi kriminal yang menimbulkan korban jiwa itu merupakan lanjutan dari peristiwa lama.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo sebelumnya menyebut korban penambang emas yang diduga dianiaya dan dibunuh di Yahukimo berjumlah lima orang.

    Menurut Dedi  pelaku penyerangan terhadap lima penambang emas itu diduga warga Yahukimo. Mereka menyerang para penambang emas dengan parang, tombak, dan anak panah. Setelah menyerang, pelaku melarikan diri ke hutan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.