Menhan Ryamizard: TNI Ditarik, Besok Papua Merdeka

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu (tengah) saat hadir pada Silaturahmi Purnawirawan TNI di Gedung Jenderal A.H Nasution, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Gestur Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu (tengah) saat hadir pada Silaturahmi Purnawirawan TNI di Gedung Jenderal A.H Nasution, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengenang pernyataan Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri terkait kondisi keamanan di Papua saat rapat bersama Komisi Pertahanan DPR RI. Pendapat Megawati itu yang ia jadikan pegangan dalam menyikapi situasi di Papua saat ini.

    Ia menuturkan, pada 2004 Megawati pernah datang ke Papua berbicara tentang bahaya jika personel TNI ditarik dari sana. "Seribu kali pejabat gubernur Papua diganti, Papua tetap di sana, tapi satu kali TNI ditarik dari Papua, besok Papua merdeka," kata Ryamizard menirukan ucapan Mega di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 5 September 2019.

    Atas dasar itu, Ryamizard pun mempertanyakan sikap pihak-pihak yang mendesak agar personel TNI ditarik dari Bumi Cenderawasih. "Ini apa maksudnya," ujarnya.

    Menurut Ryamizard, kerusuhan yang terjadi di Papua belakangan ini terindikasi dimanfaatkan oleh kelompok separatis yang ingin pisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia pun meminta hal ini disikapi secara seksama agar ke depan tidak terjadi hal yang sama.

    Ia mengatakan di beberapa tempat di Papua aksi pemisahan diri dari NKRI dibarengi dengan aksi kekerasan bersenjata. "Idealnya dilakukan secara persuasif, namun bila tak diindahkan semestinya dilakukan secara pendekatan militer, khususnya melalui operasi militer selain perang," ujarnya.

    Ryamizard menjelaskan sejatinya Kementerian Pertahanan tidak mengenal nomenklatur kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kelompok yang ada di Papua, kata dia, adalah kelompok pemberontak bersenjata yang ingin pisah dari Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.