Ini Pusat Kerajinan Terbaik di Jawa Barat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil saat kegiatan Siaran Keliling (Sarling) di Desa Wisata Kampung Kreatif Sukaruas, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 9 September 2019.

    Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil saat kegiatan Siaran Keliling (Sarling) di Desa Wisata Kampung Kreatif Sukaruas, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 9 September 2019.

    INFO JABAR — Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya dikenal dengan daerah penghasil kerajinan terbaik di Jawa Barat. Daun eceng gondok, pandan, dan rumput mendong “disulap” menjadi aneka handycraft yang diminati pelancong.

    Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, menyatakan hal itu pada kegiatan Siaran Keliling (Sarling) di Desa Wisata Kampung Kreatif Sukaruas, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 4 September 2019. 

    Tak hanya itu, Atalia juga berkunjung ke Pasar Rajapolah. Sebagai Duta Pasar Rakyat Jawa Barat, ia kerap mengajak masyarakat untuk berbelanja di  pasar tradisional.

    "Kami melihat bagaimana pasar Rajapolah ini sudah tertata dengan baik, tinggal bagaimana menata infrastrukturnya," kata Atalia.

    Rajapolah, lanjut Atalia, adalah daerah penghasil kerajinan terbaik untuk Jawa Barat. Produk kerajinan dari daerah ini sangat diminati. Sehingga tak heran jika muncul sentra perajin dan pelaku usaha di Desa Wisata Kampung Kreatif Sukaruas ini.

    "Mudah-mudahan kehadiran kami ini dapat menambah semangat para pelaku usaha khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, sehingga bisa meningkatkan produksinya, termasuk dapat menumbuhkan ide dan desain baru untuk karya-karyanya,” kata Atalia.

    Kerajinan handycraft dari Rajapola juga telah diekspor ke luar negeri. Ade Abubakar, salah satu perajin anyaman yang juga Ketua Paguyuban Kampung Kreatif Sukaruas, berhasil mengeskpor kerajinan anyaman sampai pasar Eropa, Italia, Spanyol, dan Jepang.

    “Alhamdulillah, produk kami sudah diekspor ke luar negeri,” kata Abu Bakar yang sudah menggeluti usahanya sejak 20 tahun silam. Memiliki 30 karyawan, setiap bulan perusahaannya memproduksi kerajinan sekitar 4.000 buah dengan total per bulan Rp 150 juta. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.