Nusron Wahid Persoalkan Rapat Bidang DPP Golkar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nusron Wahid, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Istimewa

    Nusron Wahid, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Koordinator Bidang (Korbid) Pemenangan Pemilu Golkar, Nusron Wahid menganggap rencana Dewan Pimpinan Pusat menggelar rapat Korbid pada 6-10 September 2019, bukanlah hal yang diperlukan. Nusron merupakan salah satu politikus yang berada di kubu Bambang Soesatyo alias Bamsoet, calon rival Airlangga Hartarto di munas mendatang.

    "Kami apresiasi itu, tetapi sekali lagi, yang dibutuhkan bukan rapat korbid, tapi rapat pleno untuk membuat keputusan politik," ujar Nusron di Hotel Sultan, Jakarta pada Rabu, 4 September 2019.

    Menurut Nusron, banyak agenda politik yang akan datang, yang memerlukan keputusan politik strategis dan cepat. Keputusan itu, ujar dia, terlebih dahulu harus berangkat dari evaluasi pelaksanaan pemilu 2019 di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.

    "Kalau sekarang mau menggelar rapat korbid, yang mau dijabarkan apa? Kan periodenya udah mau habis. Yang ada tinggal masalah evaluasi. Dan tuntutan mayoritas adalah rapat pleno bukan rapat korbid," ujar Nusron.

    Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily mengatakan, partai akan menggelar Rapat Korbid 6-10 September 2019. Rapat Korbid ini akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum  Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Lodewijk F. Paulus. Semua pengurus DPP Partai Golkar, baik pengurus harian maupun pengurus pleno, akan diundang dalam rapat Korbid ini.

    Dalam struktur DPP Partai Golkar, terdapat Korbid Kepartaian, Korbid Ekonomi, Korbid Inovasi Sosial, Pemuda dan Perempuan, Korbid Penggalangan Khusus, Korbid Kesra, Korbid Keumatan, Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera, Jawa-Kalimantan, dan Indonesia Timur (Sulawesi, Bali, NTB/NTT, Maluku, Papua dan Papua Barat).

    "Dalam rapat Korbid tersebut, akan dibahas tentang capaian masing-masing bidang dan evaluasi terkait dengan target-target yang telah ditetapkan sebelumnya," ujar Ace Hasan lewat keterangan tertulis pada Rabu, 4 September 2019.

    Adapun Nusron Wahid selaku Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Jawa-Kalimantan mengaku belum mendapat undangan ihwal pelaksanaan rapat korbid tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.