Wiranto: Empat Warga Sipil dan Satu TNI Tewas di Kerusuhan Papua

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 2 September 2019. ANTARA

    Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 2 September 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memastikan kerusuhan yang terjadi di Papua selama beberapa pekan terakhir, menyebabkan empat masyarakat sipil dan satu prajurit TNI tewas.

    "Saya sampaikan di sini sampai dengan hari ini hasil pantauannya masyarakat yang meninggal dunia 4 orang, yang luka-luka 15 orang. Itu di Papua," kata Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu, 4 September 2019.

    Untuk kerusuhan di Papua Barat, Wiranto mengatakan tak ada korban tewas maupun luka berat. Hanya ada korban dengan luka kecil. Kerusuhan di Papua Barat, menjadi fase awal konflik di tanah Papua. Saat itu, aksi protes yang berujung kerusuhan terjadi di Manokwari, Kota Sorong, hingga Fakfak.

    Wiranto mengatakan satu korban TNI yang tewas ialah Rikson Edi Chandra, yang terjadi di Deiyai, Papua. "TNI-Polri di papua itu meninggal 1 orang TNI, luka-luka 2 anggota Polri. Sedang di Papua Barat, TNI-Polri nggak ada yang meninggal tapi yang luka-luka ada 2 orang," kata Wiranto.

    Di antara kejadian lain, kerusuhan di Deiyai memang menjadi yang paling berdarah. Tak hanya menimbulkan korban jiwa, kerusuhan itu juga sempat terjadi adanya perampasan 10 pucuk senjata oleh massa yang melawan.

    Meski begitu, Wiranto mengatakan dari situasi terakhir, Papua sudah jauh lebih stabil. Ia menyebut aktivitas masyarakat sudah kembali normal. Mulai dari pelayanan publik di perkotaan, transportasi, pelabuhan, bandara, terminal, sudah berjalan seperti semula.

    "Distribusi BBM sudah jalan, pemerintahan, pasar, kesehatan, perbankan, PDAM sudah dapat berfungsi. Hanya PDAM perlu perbaikan lagi, karena memang ada kerusakan akibat kerusuhan kemarin itu," ujar Wiranto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.