Selasa, 17 September 2019

Jokowi Belum Pecat Rini Soemarno, Politikus PKS: Kebal dan Sakti

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi III DPR dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera Nasir Djamil (kiri) bersama Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y. Thohari, saat mengikuti diskusi Pilar Kenegaraan, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin, 18 Juni 2012. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua Komisi III DPR dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera Nasir Djamil (kiri) bersama Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y. Thohari, saat mengikuti diskusi Pilar Kenegaraan, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin, 18 Juni 2012. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menyebut Menteri BUMN Rini Soemarno seorang sakti. Sebabnya, kata dia, hingga saat ini, Rini masih bertahan sebagai menteri BUMN meski pemecatannya telah direkomendasikan oleh Panitia Khusus Angket Dewan Perwakilan Rakyat tentang Pelindo II tahap 2.

    Pansus sebelumnya telah menyatakan Rini Soemarno dengan sengaja melakukan pembiaran terhadap tindakan yang melanggar peraturan perundang-undangan.

    "Iya saya bingung juga, ibu Rini ini sangat kebal ya, sangat sakti saya lihat," kata Nasir Djamil di Jakarta pada Rabu, 4 September 2019.

    Pertanyaan mengenai pencopotan Menteri BUMN ini muncul kembali lantaran Rini membuat kebijakan penggantian direksi BUMN menjelang periode baru kabinet kerja Presiden Joko Widodo. Padahal, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko telah mengingatkan agar menteri tak mengeluarkan kebijakan strategis semacam itu "Oleh karena itu saya jadi bertanya-tanya, siapa di belakang Rini?" ujar anggora DPR fraksi PKS itu.

    Nasir lebih lanjut mempertanyakan mengapa Presiden tak berani memecat Rini. Apalagi menurutnya Rini menunjukkan sikap abai atas apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi melalui Moeldoko.

    "Bagaimana kemudian seorang presiden tidak berdaya dengan rekomendasi Pansus Pelindo DPR? Padahal sebagian besar yang mengisi Pansus Pelindo adalah teman-teman PDI Perjuangan," katanya.

    Selain Nasir, analis Politik dari Lembaga Survey Kedai Kopi, Hendri Satrio menilai Rini adalah menteri yang sangat kuat di kabinet Jokowi. Dia mengira ada alasan tertentu Rini melakukan kebijakan di luar mandat Presiden. Dia pun tak percaya Rini membangkang terhadap Jokowi.

    "Tapi memang ada baiknya disampaikan alasan kenapa ada pergantian. Karena ini kan sudah jadi polemik yang berkepanjangan. Jangan sampai kemudian mengganggu nama baik BUMN yang lain," katanya.

    Hendri pun setuju bahwa banyak polemik di dalam BUMN yang seharusnya dijawab oleh Rini. Untuk itu di ujung jabatannya, dia berharap Rini bicara kepada publik terkait kinerja BUMN. Dan Presiden juga perlu mengevaluasi BUMN secara menyeluruh.

    "Seharusnya Presiden melakukan evaluasi terhadap menteri-menteri, termasuk menteri BUMN sebelum masuk periode kedua," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.