Minggu, 22 September 2019

Fadli Zon Sebut Ibu Kota Baru 2024 Versi Jokowi Tak Masuk Akal

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyebut target Presiden Joko Widodo atau Jokowi mempunyai ibu kota baru pada 2024 tidak masuk akal.

    "Target itu sulit, tapi kalau dia berproses dalam jangka waktu 10-15 tahun, itu masih masuk akal," ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Selasa, 3 September 2019.

    Dalam rentang waktu itu pun, Fadli menerangkan, harus dengan prasyarat kondisi ekonomi yang baik, utang-defisit, neraca perdagangan, dan persoalan pangan sudah beres.

    "Kalau semua masalah itu selesai, baru masuk akal orang memindahkan ibu kota," ujar politikus Gerindra itu.

    Menurut dia, saat ini ada kebutuhan mendasar masyarakat yang lebih mendesak daripada membangun ibu kota baru. Keadaan ekonomi juga masih tumbuh di kisaran 5 persen.

    Ekonomi tumbuh minimal 8-12 persen dinilainya baru masuk akal memindahkan ibu kota. "Kalau cuma 5 persen, Presiden tidur saja ekonomi sudah tumbuh 5 persen."

    Presiden Jokowi menargetkan ibu kota baru di Penajam, Kalimantan Timur, bisa selesai sebelum akhir masa jabatannya pada 2024.  Jokowi bahkan sudah merancang tahapannya, yaitu dimulai dengan land clearing, membangun fasilitas-fasilitas infrastruktur, kemudian membangun gedung-gedung pemerintahan.

    "Semua kementerian ada, pindah pada 2023. Istana sudah siap, pindah pada 2023 atau maksimal pindah pada 2024," ujar Jokowi seperti dikutip Majalah Tempo edisi 26 Agustus - 1 September 2019.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe