Penulis Disertasi Hubungan Intim Tanpa Nikah Diteror

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi teror

    ilustrasi teror

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Doktor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta atau UIN Yogya, Abdul Aziz, mengaku diteror setelah disertasi tentang hubungan intim di luar nikah ramai diperbincangkan publik. 

    Menurut Abdul Azis, teror tersebut ditujukan kepada dirinya dan keluarga secara terbuka. Kepada Tempo, Abdul Aziz menunjukkan sejumlah bukti. “Banyak caci maki. Ada teror dan terbuka,” kata dia pada Selasa, 3 September 2019.

    Abdul Azis menjelaskan, teror muncul setelah disertasinya menjadi pembicaraan publik termasuk di sosial media. Bentuknya ada yang bernada intimidasi melalui pesan singkat dalam ponselnya.

    Satu di antara teror tersebut berbunyi, "Kami ucapkan selamat kepada bapak ini atas telah terpilihnya menjadi duta mesum Indonesia. Bagi yang kebetulan dekat dengan keluarganya gauli anaknya gauli isterinya dan gauli keluarga besarnya. Kalau dia marah injek mulutnya."

    Pesan berupa meme tersebut berlatar foto Abdul Aziz. Bahkan, dosen IAIN Surakarta ini juga dituding murtad di pengajian-pengajian. Abdul Aziz menunjukkan kepada Tempo sebuah video yang isinya seruan supaya keluar dari Islam.

    Dalam video tersebut, seorang ulama menyatakan gelar doktor Abdul Aziz seharusnya dicabut. UIN Yogya bahkan dituding sebagai kampus yang tidak pantas menyandang sebutan universitas Islam.

    Disertasi Abdul Aziz berjudul "Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non-Marital."

    Sidang disertasi digelar pada Rabu lalu, 28 Agustus 2019. Dengan sejumlah masukan dari para penguji, dia dinyatakan lulus dengan nilai memuaskan. Penguji meminta Abdul Aziz merevisi judul disertasi "Problematika Konsep Milk Al-Yamin dalam Pemikiran Muhammad Syahrur."

    Abdul Aziz semula mempertahankan isi disertasi meski kontroversi terjadi. Tapi UIN Yogya justru meminta Abdul Aziz membuat surat pernyataan yang mewajibkan dia merevisi disertasi tersebut berdasarkan kritik dan masukan dari promotor serta penguji.

    Tak hanya itu, Direktur Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan belakangan menuding Abdul Aziz tumpang tindih dalam menjalankan perannya sebagai peneliti karena dia mengajukan rekomendasi dala disertasinya.

    Noorhaidi berpendapat seharusnya Abdul Aziz tak mengambil pemikiran Syahrur sebagai landasan justifikasi hubungan intim tanpa nikah. “(Abdul Aziz) Enggak bisa jadi pemain. Itu overlap,” ucapnya di Kampus UIN Yogya pada Selasa lalu, 3 September 2019.

    Abdul Aziz menyatakan menghormati penilaian publik terhadap hasil temuan disertasinya. Dia malah berpendapat, rekomendasinya yakni pemikiran Syahrur untuk melawan kriminalisasi terhadap orang-orang yang dituduh berzina bisa menjadi bahan analisis baru. “Bisa berkembang,” ujarnya ringan.

    SHINTA MAHARANI

     

     

     

     

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.