Minggu, 22 September 2019

Fadli Zon Prediksi Nasib Ibu Kota Seperti Mobil Esemka

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon dan politikus senior PAN Amien Rais kompak memprediksi  wacana pemindahan ibu kota negara yang dicanangkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bakal bernasib sama seperti mobil nasional Esemka yang tak kunjung diproduksi secara massal.

    "Karena Esemka itu kalau kata Rocky Gerung sebuah causa prima, jadi ini akan kurang lebih bernasib sama," ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan pada Selasa, 3 September 2019.

    Fadli menilai skema pendanaan sebesar Rp466 triliun untuk megaproyek tersebut juga belum jelas. "Skemanya seperti apa? Skema swasta dan BUMN seperti apa. BUMN aja rugi, kok. Swasta-nya mana, nanti asing lagi," ujar Wakil Ketua DPR RI ini.

    Hal yang sama diungkapkan Amien Rais. Amien pesimistis wacana tersebut akan terwujud. "Itu mengada-ada. Tidak mungkinlah. Esemka aja yang katanya akan jadi mobil nasional, ternyata enggak ada," ujar Amien di lokasi yang sama.

    Amien secara tegas meminta pemerintah membatalkan wacana pemindahan ibu kota baru karena dinilai anggaran negara tidak cukup untuk wacana tersebut dan harus melibatkan pihak asing dalam pembangunannya.

    "Jadi pesan ke Pak Jokowi, enggak usah basa-basi. Dibatalkan. Selesai," ujar Amien disambut sorak sorai pendukungnya yang hadir di gedung parlemen tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe