Tersangka Ujaran Rasis SA Diperiksa Polisi Sekitar 12 Jam

Reporter

Editor

Purwanto

Ilustrasi mengenakan masker/pencemaran udara. REUTERS/Beawiharta

TEMPO.CO, Jakarta -Tersangka dugaan kasus ujaran rasialisme kepada mahasiswa Papua di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) Jalan Kalasan, Surabaya, berinisial SA menjalani pemeriksaan selama lebih dari 12 jam di Mapolda Jawa Timur, Senin (2/9).

Kuasa hukum SA, Ari Hans Simaela, saat ditemui di gedung Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, Selasa dini hari, mengatakan kliennya datang memenuhi panggilan polisi pada pukul 12.00 WIB dan hingga pukul 00.15 WIB masih menjalani pemeriksaan.

"Ada 37 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik. Yang pasti soal kejadian yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua saja tadi pertanyaannya," ujar Ari.

Ia mengatakan rencananya pemeriksaan terhadap kliennya dilanjutkan pihak kepolisian pada Selasa pagi.

SA, kata Ari, meminta maaf kepada masyarakat atas insiden yang terjadi di Jalan Kalasan, namun SA menegaskan dirinya tidak melakukan diskriminasi pada ras tertentu.

"Klien saya menitipkan pesan bahwa tidak ada maksud menghina atau mendiskriminasikan ras atau suku lain. Klien saya menyampaikan permintaan maaf kepada semua masyarakat," ucapnya.

Saat kejadian tersebut, Ari mengungkapkan jika kliennya tersebut datang ke Asrama Mahasiswa Papua untuk mengecek adanya informasi yang menyebut tiang bendera telah patah, bukan melakukan pengepungan.

"Jadi bukan mengkoordinir massa, tapi klien saya ini hanya memastikan benar tidaknya bendera itu patah. Sehingga bukan untuk melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum," katanya.

Dalam pemeriksaan, Ari mengakui jika kliennya yang mengeluarkan kata-kata diskriminasi, namun SA berdalih kata-kata itu keluar secara spontanitas sebagai ungkapan kemarahan saja.

"Bahkan klien saya ini tidak ada maksud untuk mendiskreditkan ras atau suku manapun," katanya.

Mengenai status SA, Ari menyatakan jika kliennya tersebut merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Pemkot Surabaya.

"Betul untuk statusnya di Pemkot Surabaya sebagai ASN silakan cek saja dulu," katanya.

Sementara itu, tersangka lain yakni Tri Susanti yang juga dipanggil penyidik memilih bungkam terkait pemeriksaan yang dijalaninya di Polda Jatim Senin (2/9) malam.

Tri Susanti dijerat Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4 UU 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan/atau Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan/atau ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP.






Penyelidikan Hibah PON XX KONI Papua Barat Dihentikan, Jaksa: Jika Ada Bukti Baru Dibuka Kembali

4 hari lalu

Penyelidikan Hibah PON XX KONI Papua Barat Dihentikan, Jaksa: Jika Ada Bukti Baru Dibuka Kembali

Kejati Papua Barat menghentikan penyelidikan dugaan kasus penyalahgunaan hibah PON XX pada organisasi KONI Papua Barat.


Tidak Hanya Raja Ampat, Papua Barat Memiliki Banyak Wisata Unggulan, Cek Tempatnya

5 hari lalu

Tidak Hanya Raja Ampat, Papua Barat Memiliki Banyak Wisata Unggulan, Cek Tempatnya

Selain Raja Ampat, tidak hanya alamnya yang indah, Papua Barat memiliki banyak tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi. Cek daftarnya.


Begini Pesan Ombudsman Untuk Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw

16 hari lalu

Begini Pesan Ombudsman Untuk Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw

Menurut Ombudsman Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw tidak punya kewenangan dalam urusan strategis dan politik, seperti pemekaran wilayah.


Fakta tentang Raja Ampat yang Dijuluki Surga Terakhir di Bumi

18 hari lalu

Fakta tentang Raja Ampat yang Dijuluki Surga Terakhir di Bumi

Sekitar 75 persen jenis terumbu karang yang ada di dunia terkumpul dan hidup dengan baik di Raja Ampat.


KKP dan Pemda Papua Barat Tangani Bangkai Paus Ballen

22 hari lalu

KKP dan Pemda Papua Barat Tangani Bangkai Paus Ballen

Paus mati dengan kode 4 atau mengalami pembusukan lanjutan. Penguburan dilaksanakan menggunakan eskavator.


Info Gempa Terkini BMKG: Ambon Bergetar Lemah Dinihari

27 hari lalu

Info Gempa Terkini BMKG: Ambon Bergetar Lemah Dinihari

Gempa Ambon M4,6 dinihari tadi adalah gempa terkini yang terekam alat BMKG dan bisa dirasakan di kawasan itu sejak akhir pekan lalu


Dukung UMKM Papua dan Papua Barat, Kominfo Targetkan Pembangunan 406 BTS Tahun Ini

33 hari lalu

Dukung UMKM Papua dan Papua Barat, Kominfo Targetkan Pembangunan 406 BTS Tahun Ini

Kominfo mengklaim pembangunan infrastruktur digital dan pengembangan ekosistem digital di Papua terus dipercepat.


Agung dan Fardita Jadi Mahasiswa Termuda dan Terjauh di Itera

35 hari lalu

Agung dan Fardita Jadi Mahasiswa Termuda dan Terjauh di Itera

Keduanya merupakan mahasiswa baru angkatan 2022. Agung masuk Itera pada usia 15 tahun dan Fardita berasal dari Papua Barat.


Luhut Sebut Infrastruktur di Papua Barat Tak Hanya untuk Tingkatkan Konektivitas tapi...

45 hari lalu

Luhut Sebut Infrastruktur di Papua Barat Tak Hanya untuk Tingkatkan Konektivitas tapi...

Menteri Luhut Pandjaitan meminta agar seluruh pembangunan infrastruktur di Papua Barat berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.


Polda Papua Barat akan Tempatkan Pasukan Brimob di Kaimana

51 hari lalu

Polda Papua Barat akan Tempatkan Pasukan Brimob di Kaimana

Sesuai rencana Polda Papua Barat, pasukan Brimob tahap pertama yang akan ditempatkan di Kaimana itu berupa kompi kerangka.