10 Nama Capim KPK yang Diserahkan ke Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih mengumumkan 10 nama capim yang diserahkan ke Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, 2 September 2019. Tempo/Friski Riana

    Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih mengumumkan 10 nama capim yang diserahkan ke Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, 2 September 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi atau Pansel Capim KPK telah menyerahkan 10 nama kandidat pimpinan lembaga antirasuah kepada Presiden Jokowi.

    Usai bertemu Jokowi, Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasi mengumumkan 10 nama tersebut. Yenti mengaku sudah mendapat izin dari Jokowi untuk menyebutkannya kepada publik. "Sudah," kata Yenti dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 2 September 2019.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya mengatakan akan meminta masukan masyarakat mengenai nama-nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang telah diseleksi Pansel Capim KPK, sebelum ia serahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

    "Saya juga minta agar masukan-masukan baik dari masyarakat, dari tokoh-tokoh yang telah memberi masukan, sehingga bisa diberi catatan-catatan dalam rangka mengkoreksi apa yang telah dikerjakan oleh Pansel," kata Jokowi.

    Berikut 10 nama Capim KPK yang diserahkan kepada Presiden Jokowi:

    1. Alexander Marwata (Komisioner KPK)
    2. Inspektur Jenderal Firli Bahuri
    (Polri)
    3. I Nyoman Wara (Auditor BPK)
    4. Johanis Tanak (Kejaksaan Agung)
    5. Lili Pintauli Siregar (Advokat)
    6. Luthfi Jayadi Kurniawan (Dosen)
    7. Nawawi Pomolango (Hakim Tinggi)
    8. Nurul Ghufron (Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember)
    9. Roby Arya Brata (PNS di Sekretariat Kabinet)
    10. Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.