Kecelakaan Maut Tol Cipularang, Polri Sebut 9 Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi dan tim SAR bergerak cepat untuk mengevakuasi korban kecelakaan beruntun di Tol Cipularang, Senin, 2 September 2019. (dok Polri)

    Polisi dan tim SAR bergerak cepat untuk mengevakuasi korban kecelakaan beruntun di Tol Cipularang, Senin, 2 September 2019. (dok Polri)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, berdasarkan data sementara, sembilan orang tewas dalam kecelakaan beruntun di Tol Cipularang yang terjadi pada hari ini, Senin 2 September 2019.

    "Yang meninggal 9 orang. Sementara luka berat ada 8 orang yang dirujuk ke empat rumah sakit terdekat," ujar Dedi saat dihubungi, Senin, 2 September 2019.

    Empat rumah sakit yang menjadi rujukan korban kecelakaan itu adalah Rumah Sakit Thamrin, Rumah Sakit Budi Asih, Rumah Sakit Siloam, dan Rumah Sakit Bhakti Husada.

    Kecelakaan beruntun terjadi di Km 91 Jalan Tol Cipularang, pada siang ini, 2 September 2019 sekitar pukul 13.00 WIB.

    Sebelumnya dikabarkan 6 orang tewas akibat kecelakaan beruntun tersebut. Sepuluh orang lainnya disebut mengalami luka.

    Usai kecelakaan tersebut, Petugas Layanan Jalan Tol Jasa Marga dan Polisi Jalan Raya (PJR) melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar tempat kejadian.

    "Ada dua pengaturan lalu lintas yang dilakukan yakni contraflow dan pengalihan arus lalu-lintas," kata Dwimawan pada Senin, 2 September 2019. Untuk pengguna jalan yang saat ini berada di sekitar lokasi kejadian, rekayasa lalu lintas lawan arah telah diberlakukan di titik awal Km 93 sampai dengan Km 90.

    Sedangkan untuk pengguna jalan yang saat ini dari arah Bandung menuju arah Jakarta dapat keluar melalui GT Cikamuning Km 116, dan masuk kembali ke Jalan Tol Purbaleunyi melalui GT Jatiluhur Km 81.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.