Ikut Demo Papua Merdeka, 4 WNA Asal Australia Dideportasi

Seorang pria membersihkan sampah setelah aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Jumat, 30 Agustus 2019. Pada demo Kamis (29/8), para pendemo yang berjalan kaki berbuat anarkis dengan melempari gedung pertokoan dan perkantoran, hingga membakar mobil di jalan. ANTARA/Indrayadi TH

TEMPO.CO, Jakarta - Empat warga negara asing atau WNA asal Australia dideportasi karena terpantau mengikuti aksi demonstrasi menuntut Papua merdeka di kantor Wali Kota Sorong pada 27 Agustus 2019.

Deportasi dilakukan pada Senin, 2 September 2019 pukul 07.00 WIT, bertempat di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua. "Benar," ujar Kasubbag Humas Ditjen Imigrasi, Sam Fernando saat dikonfirmasi Tempo perihal kejadian tersebut pada Senin, 2 September 2019.

Adapun nama empat WNA tersebut yakni; Baxter Tom, Davidson Cheryl Melinda, Hellyer Danielle Joy, dan Cobbold Ruth Irene. Tiga dari empat WNA tersebut merupakan pemegang visa exemption untuk kunjungan singkat.

Rute penerbangan keempat WNA Australia melalui Bandara Hasanudin, Makasar-Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kemudian pukul 22.25 Wita, mereka lanjut terbang menuju Sydney.

Adapun salah seorang WNA yang bernama Davidson Cheryl Melinda, baru akan dipulangkan ke Australia tanggal 4 September 2019, pukul 15.45 WITA.






Hacker Bobol Data 10 Juta Pelanggan Telekomunikasi Australia

5 jam lalu

Hacker Bobol Data 10 Juta Pelanggan Telekomunikasi Australia

Kebocoran data besar-besaran terjadi pada perusahaan telekomunikasi Australia, Optus.


Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

16 jam lalu

Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melayangkan somasi kepada tim kuasa hukum Lukas Enembe.


Australia Hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata dan Menteri Pertanian G20

18 jam lalu

Australia Hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata dan Menteri Pertanian G20

Tim Ayres, Asisten Menteri Manufaktur dan Perdagangan Australia, menjadi delegasi yang hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata G20.


Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

1 hari lalu

Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

Kuasa hukum Lukas Enembe merasa PPATK tengah membunuh karakter Gubernur Papua itu dengan mengungkap soal setoran ke kasino.


Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

1 hari lalu

Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

Tokoh Agama Papua meminta Gubernur Lukas Enembe mendatangi KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan hari ini.


Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

1 hari lalu

Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

Tokoh Gereja Kristen Indonesia di Tanah Papua itu meminta masyarakat tidak melakukan provokasi dalam bentuk apa pun dalam kasus Lukas Enembe.


Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

2 hari lalu

Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

Kalangan pelaku usaha jasa pengurusan izin tinggal sementara (ITAS) Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi Warga Negera Asing mengapresiasi langkah Direktorat Jenderal Imigrasi memangkas lebih pendek jalur birokrasi


KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

2 hari lalu

KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

1.800 personel polisi disiagakan mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat setelah KPK mengeluarkan panggilan kedua ke Lukas Enembe


Polisi Tangkap Tersangka Pemasok Senjata dan Amunisi KKB di Timika

2 hari lalu

Polisi Tangkap Tersangka Pemasok Senjata dan Amunisi KKB di Timika

Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2022 kembali mengungkap jaringan pemasok senjata dan amunisi KKB Intan Jaya di Mimika.


Australia: China Punya Kekuatan Besar Bantu Akhiri Perang Ukraina

2 hari lalu

Australia: China Punya Kekuatan Besar Bantu Akhiri Perang Ukraina

Australia minta China menggunakan pengaruhnya sebagai kekuatan besar untuk membantu mengakhiri perang di Ukraina.