Cerita Amarzan Loebis dan Pengasingan di Pulau Buru

Amarzan Ismail Hamid atau yang dikenal Amarzan Loebis menghadiri acara bulanan `Teras Budaya` yang digelar di gedung Tempo, Jakarta, 11 Desember 2015. Amarzan yang merupakan redaktur senior Tempo, puisi-puisinya menyebar di banyak penerbitan, yang sedang disiapkan menjadi kumpulan `Memilih Jalan ke Guci`. TEMPO/Wahyurizal Hermanuaji

TEMPO.CO, Jakarta - Wartawan Senior Amarzan Ismail Hamid atau Amarzan Loebis meninggal di usia 78 tahun pada Senin, 2 September 2019. Semasa hidup, dia pernah diasingkan ke Pulau Buru, Maluku oleh rezim orde baru. Cerita ini terjadi ketika Amarzan menjadi redaktur Koran Harian Rakyat, media yang dianggap dekat dengan gerakan kiri.

Selama 12 tahun hidup di pengasingan, Amarzan memiliki banyak pengalaman. Dia menyesalkan tak ada lagi bekas bangunan yang tertinggal di tempat pembuangan tahanan politik itu. Barak-barak yang dulu menjadi tempat tidur para tahanan di 22 unit sejak lama dihancurkan. Tak ada lagi jejak untuk sekedar mengingat sejarah.

"Bangunan kamp sudah diratakan untuk menghapus jejak. Tidak ada lagi bangunan yang ditinggalkan. Padahal kalau ditinggalkan, ya saya kira bagus untuk obyek wisata sejarah," ujar dia di sebuah wawancara dengan Tempo Institute pada 2012. "Bagaimana kita bisa punya sejarah, wong kita merusak sejarah kita sendiri".

Bagi Amarzan, diasingkan ke Pulau Buru menyisakan kenangan pahit tentang rezim Soeharto. Pada tahun 1965 adalah awal berkuasanya rezim yang sangat otoriter, tak percaya demokrasi, tak peduli hak asasi manusia, dan tak mau mendengar perbedaan pendapat.

Ketika itu, rezim Soeharto dapat menangkap siapa saja yang mengkritik pemerintah, tanpa proses pengadilan. "Hal yang paling sulit dilupakan, Soeharto merampas usia produktif saya. Ditahan usia 27, dilepaskan usia 39 tahun. Saya keluar, teman-teman saya sudah jadi doktor," kata Amarzan.






Hafisz Tohir Menilai KWP Punya Andil Besar Sukseskan P20

10 hari lalu

Hafisz Tohir Menilai KWP Punya Andil Besar Sukseskan P20

Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) harus mengambil peranan untuk menyukseskan acara P20. #InfoTempo


Dimyati Natakusumah Apresiasi Sosialisasi P20 Kepada KWP

10 hari lalu

Dimyati Natakusumah Apresiasi Sosialisasi P20 Kepada KWP

Dimyati berharap, para wartawan yang tergabung dalam KWP makin paham akan urgensi P20. #InfoTempo


Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Cijeruk, Wartawan Diduga Dilarang Meliput

10 hari lalu

Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Cijeruk, Wartawan Diduga Dilarang Meliput

Warga Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mengeluhkan pelayanan Puskesmas Cijeruk. Jumlah tenaga medis tidak berbanding seimbang dengan pasien


Bamsoet: Apa yang Saya Capai Bukan Tiba-tiba dari Langit

15 hari lalu

Bamsoet: Apa yang Saya Capai Bukan Tiba-tiba dari Langit

Semasa kuliah Bamsoet menjual berbagai kebutuhan pokok, seperti sayur, bawang merah dan telor di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta


Tersangka Penyerang Wartawan Reuters saat Kerusuhan di US Capitol Disidang

17 hari lalu

Tersangka Penyerang Wartawan Reuters saat Kerusuhan di US Capitol Disidang

Woods menyatakan bersalah menyerang wartawan saat kerusuhan di gedung US Capitol.


Wartawan Hong Kong Diintimidasi Polisi

17 hari lalu

Wartawan Hong Kong Diintimidasi Polisi

IFJ menyerukan agar wartawan asal Hong Kong Ronson Chan dibebaskan dari segala tuduhan.


Investigasi Mengungkap Shireen Abu Akleh Tak Sengaja Tertembak Tentara Israel

21 hari lalu

Investigasi Mengungkap Shireen Abu Akleh Tak Sengaja Tertembak Tentara Israel

Shireen Abu Akleh tewas karena terkena tembakan tentara Israel yang tak sengaja menembaknya, padahal tembakan hendak diarahkan ke militan Palestina.


Polda Metro Minta Maaf Karena Anggota Polsek Kembangan Suruh Wartawan Wawancara Pohon

24 hari lalu

Polda Metro Minta Maaf Karena Anggota Polsek Kembangan Suruh Wartawan Wawancara Pohon

Polda Metro Jaya meminta maaf atas sikap anggota Polsek Kembangan menyuruh wartawan wawancara dengan pohon.


Polisi yang Suruh Wartawan Bicara dengan Pohon Dihukum Sesuai Instruksi Propam

24 hari lalu

Polisi yang Suruh Wartawan Bicara dengan Pohon Dihukum Sesuai Instruksi Propam

Seorang anggota polisi di Polsek Kembangan, Jakarta Barat, diduga melarang wartawan masuk dan menyuruhnya bicara dengan pohon


Anggota Polsek Kembangan Diperiksa Propam Polda Metro Jaya Sejak Kemarin, Suruh Wartawan Bicara dengan Pohon

25 hari lalu

Anggota Polsek Kembangan Diperiksa Propam Polda Metro Jaya Sejak Kemarin, Suruh Wartawan Bicara dengan Pohon

Jika ditemukan ada pelanggaran, Perwira Unit Reserse Kriminal Polsek Kembangan itu pasti akan ditindak tegas.