Hendi Ubah Citra Kawasan Kali Tambakrejo Jadi Daya Tarik Wisata

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat membuka Festival Kali Tenggang 2019 yang diinisiasi oleh warga setempat pada Minggu, 1 September 2019.

    Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat membuka Festival Kali Tenggang 2019 yang diinisiasi oleh warga setempat pada Minggu, 1 September 2019.

    INFO NASIONAL — Dalam tiga tahun terakhir, Kota Semarang terlihat benar-benar berupaya mentransformasi diri menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia. Di tangan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, sejumlah hal yang dianggap sebagai hambatan Kota Semarang untuk berkembang, justru mampu diubah menjadi sebuah potensi pariwisata yang tak dimilik daerah lain.

    Sebut saja wilayah Kota Lama Semarang yang dulu merupakan wilayah kumuh yang enggan dilalui masyarakat, kini telah berubah menjadi magnet wisata. Belum lagi Kali Semarang yang dulu disebut sebagai WC terpanjang di dunia dengan Kampung Gunung Brintiknya, sekarang telah bersolek menjadi kawasan wisata di Ibu Kota Jawa Tengah. Hal itu juga dilakukan terhadap sejumlah tempat lainnya, seperti Huta Wisata Tinjomoyo, Banjir Kanal Barat, hingga Kampung Jawi di daerah Gunungpati, Kota Semarang.

    Kali ini, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu mencoba mengangkat perubahan citra kawasan Tambakrejo, yang dulu dikenal sebagai kawasan rob dan banjir, menjadi daya tarik wisata. Dengan suksesnya program normalisasi Kali Tenggang dalam mengentaskan permasalahan rob dan banjir di kawasan tersebut, Hendi juga berupaya menggerakkan sektor wisata dengan mendukung penyelenggaraan Festival Kali Tenggang. Dia membuka langsung kegiatan yang diinisiasi oleh warga setempat pada Minggu, 1 September 2019.

    Menurut Hendi, Festival Kali Tenggang telah dua kali digelar mulai 2018, dan diagendakan menjadi acara rutin setiap tahun. “Kegiatan ini diinisiasi warga sebagai wujud syukur, karena daerah Tambakrejo semakin baik dan jauh dari kesan kumuh maupun rob dan banjir,” ujar Hendi.

    Kawasan Tambakrejo, menurut Hendi, awalnya dikenal kumuh dan menjadi salah satu daerah yang terimbas rob banjir, hingga kemudian berubah menarik setelah adanya proyek normalisasi Kali Tenggang yang berhasil dijalankan sejak 2017 lalu. Penyelenggaraan Festival Kali Tenggang 2019, menurut Hendi, semakin menarik dan meriah dengan adanya berbagai lomba, seperti senam, titian bambu di atas sungai, mengejar bebek, dan perahu dayung. Dia berharap kemeriahan tahun depan dapat ditingkatkan lebih bagus dalam skala yang lebih besar lagi, dengan melibatkan berbagai OPD seperti Dinas Pariwisata.

    “Kemeriahannya harus bisa ditingkatkan lagi dengan melibatkan peserta tidak hanya se-kecamatan Gayamsari, tetapi hingga skala Kota Semarang,” ucap Hendi.

    Ke depan, Hendi juga berpesan kepada seluruh warga Tambakrejo untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan sampah di kawasan Kali Tenggang. Hendi memprediksi adanya agenda Festival Kali Tenggang akan mampu meningkatkan kunjungan warga dan wisatawan. Untuk itu, Hendi meminta agar warga dapat terus memberikan sambutan terbaik dengan lingkungan yang bersih dan nyaman.

    Hendi juga mengatakan tak menutup kemungkinan adanya pengembangan wilayah sebagai wisata air, selama faktor keamanan dan dirawat baik oleh warga. Pihaknya akan siap mendukung keinginan warga masyarakat dengan berbagai fasilitas wisata air, seperti dayung ataupun sepeda air. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.