Lukas Enembe Minta Polisi - TNI Tak Tangkapi Masyarakat Papua

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Papua Lukas Enembe (kiri) saat mengucapkan sumpah jabatan dalam pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. Selain empat pasangan gubernur dan wakil gubernur yang telah disebut sebelumnya, lima pasangan lainnya adalah I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Bali), Sutarmidji dan Ria Norsan (Kalimantan Barat), Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi (NTT), Lukas Enembe-Klemen Tinal (Papua), dan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Jawa Barat).  TEMPO/Subekti

    Gubernur Papua Lukas Enembe (kiri) saat mengucapkan sumpah jabatan dalam pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. Selain empat pasangan gubernur dan wakil gubernur yang telah disebut sebelumnya, lima pasangan lainnya adalah I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Bali), Sutarmidji dan Ria Norsan (Kalimantan Barat), Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi (NTT), Lukas Enembe-Klemen Tinal (Papua), dan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Jawa Barat). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Papua Lukas Enembe meminta polisi atau TNI mengedepankan pendekatan persuasif ketika menghadapi unjuk rasa.

    "Pihak Keamanan, dalam hal ini TNl atau Polri, sebisa mungkin menghindari penanganan secara kekerasan serta tidak melakukan penangkapan terhadap masyarakat Papua yang melakukan aksi penyampaian pendapat," kata Lukas melalui keterangan tertulis pada Ahad, 1 September 2019.

    Selain itu, ia juga meminta kepolisian segera menyelesaikan kasus pernyataan berbau rasis yang diucapkan oleh para pengepung asrama mahasiswa di Surabaya. Lukas berkeyakinan ucapan tersebut menjadi penyulut unjuk rasa di beberapa tempat.

    Selain itu, Lukas juga meminta masyarakat papua untuk menjaga ketertiban selama berunjuk rasa. "Tidak merusak fasilitas umum, kantor-kantor pemerintah, dan bangunan-bangunan milik masyarakat," kata dia. "Segala bentuk di luar kewajaran dan membahayakan bisa ditindak secara hukum."

    Politikus Partai Demokrat mengatakan masyarakat yang ingin berunjuk rasa agar berkoordinasi dengan kepolisian. Ia khawatir ada yang menunggangi unjuk rasa damai.

    Terakhir, mantan Bupati Kabupaten Puncak Jaya ini juga meminta masyarakat untuk menerima kehadiran warga Papua di perantauan.

    "Masyarakat asli Papua menyambut baik dan memperlakukan masyarakat pendatang secara terhormat dan sejajar," kata Lukas. "Mari kita bersama-sama dengan prinsip kasih menembus perbedaan untuk melakukan perubahan Papua demi kemuliaan rakyat Papua dalam bingkai NKRI."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.