Tito Karnavian Imbau Warga Papua Sesuaikan Diri di Perantauan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi didampingi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi dan Kapolri Tito Karnavian meninjau gladi bersih upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019. Gladi ini juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Oesman Sapta Odang. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi didampingi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi dan Kapolri Tito Karnavian meninjau gladi bersih upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019. Gladi ini juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Oesman Sapta Odang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau parantau asal Papua di berbagai daerah di Indonesia agar menyesuaikan diri dengan warga lokal. Imbauan sejenis juga disampaikan untuk para pendatang di Papua.

    "Saya minta juga adik-adik dari mahasiswa Papua, apapun juga sebagai pendatang, perantau, sesuaikan diri dengan local wisdom, budaya masyarakat lokal yang ada. Sama seperti dari Sumatera datang ke Jawa, yang Jawa sekolah mungkin ke Bali, ke Manado," ujar Tito usai menghadiri acara HUT polisi wanita (Polwan) ke-71 di Polda Metro Jaya pada Ahad, 1 September 2019.

    Tito juga meminta para parantau asal Papua, khususnya pelajar dan mahasiswa, agar tidak takut melaksanakan kegiatan sehari-hari. Dia mengaku telah memerintahkan jajarannya di seluruh Indonesia untuk menjamin keamanan parantau asal Papua. "Semua Kapolda saya sudah perintahkan," kata dia.

    Sejumlah unjuk rasa berujung kerusuhan melanda beberapa titik di Papua seperti Jayapura, Manokwari, Sorong, Fakfak dan Deiyai. Kerusuhan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, luka-luka dan rusaknya sejumlah bangunan. Rentetan demonstrasi itu merupakan buntut dari aksi protes atas dugaan perilaku rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

    Sebagai langkah pengamanan, Tito mengatakan telah mengirim 6 ribu personel dari TNI dan Polri ke Papua. Selain itu, dia juga telah memerintahkan Kapolda Papua dan Papua Barat untuk mengeluarkan maklumat yang melarang adanya demonstrasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.