Kapolri Tito Ajak Kirim Doa untuk Anggota TNI - Polri di Papua

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (tengah) didampingi Istrinya Tri Suswati tiba di kediaman Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri saat halalbihalal, Jakarta, Rabu 5 Juni 2019. Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menggelar halal bihalal di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat pada Hari Raya Idul Fitri 2019, 1 Syawal 1440 H. ANTARA FOTO/Reno Esnir

    Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (tengah) didampingi Istrinya Tri Suswati tiba di kediaman Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri saat halalbihalal, Jakarta, Rabu 5 Juni 2019. Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menggelar halal bihalal di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat pada Hari Raya Idul Fitri 2019, 1 Syawal 1440 H. ANTARA FOTO/Reno Esnir

    TEMPO.CO, JakartaKapolri Jenderal Tito Karnavian mengajak semua pihak mengirim doa untuk anggota TNI dan Polri yang ditugaskan ke Papua. Ajakan itu dia sampaikan dalam sambutan di acara HUT polisi wanita (Polwan) ke 71 di halaman Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Ahad, 1 September 2019.

    "Pagi ini kita sama-sama mengirimkan doa kepada seluruh anggota TNI-Polri yang saat ini sedang bertugas di Papua dalam rangka mengamankan Papua yang situasinya masih mengalami gangguan," ujar Tito.

    Doa itu, lanjut Tito, terutama ditujukan kepada anggota yang gugur. Satu di antaranya yakni personel TNI Angkatan Darat Sertu Rikson Edi Chandra dari Kodam II Sriwijaya yang telah gugur Deiyai.

    "Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan dan ketabahan. Untuk yang terluka mudah-mudahan segera diberikan kesembuhan," kata Tito.

    Sertu Rikson gugur saat kerusuhan melanda Kabupaten Deiyai, Papua pada Rabu, 28 Agustus 2019. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo berujar saat itu massa yang terdiri dari 150 orang beraksi di depan kantor bupati. Massa meminta bupati menghadiri pembacaan referendum, namun tidak dihiraukan.

    "Akhirnya terjadi ricuh. Lalu satu anggota TNI meninggal dan lima anggota Polri luka akibat panah,” kata Dedi Prasetyo di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara pada Rabu, 28 Agustus 2019.

    Dedi menduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyusupi unjuk rasa tersebut. Anggota TNI dan Polri sampai saat ini masih berusaha meredam unjuk rasa itu. “Kami juga mengajak tokoh masyarakat untuk memadamkan situasi agar masyarakat tidak semakin terprovokasi,” kata Dedi.

    M YUSUF MANURUNG | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.