Minggu, 22 September 2019

Ingin Papua Aman, Wiranto Nyanyi dan Joget di CFD

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto berjoget dan menyanyikan lagu

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto berjoget dan menyanyikan lagu "Apuse" serta "Maluku Tanah Pusaka" yang diubah liriknya dalam acara Yospan Papua di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Ahad, 1 September 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meramaikan konser Yospan Papua hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pagi ini, Ahad, 1 September 2019.

    "Ayo kita menari dan menyanyi. Saya dulu nyanyi, Apuse," katanya di atas panggung.

    Wiranto terlihat bergaya ala Papua. Di pipi kanan dan kirinya tergores dua garis bermotif merah putih. Kepalanya disemati hiasan dari bulu burung khas Papua.

    Sepanjang lagu, Wiranto juga berjoget mengikuti irama musik, bergerak maju mundur mengentakkan kaki.

    Tiba sekitar pukul 08.00 WIB, Wiranto mengenakan kaus merah berkerah dan sepatu sport warna senada.

    Acara Yospan Papua diketuai Frans Ansanay. Hadir pula Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono dan Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono.

    Yospan adalah kependekan dari Yosim Pancar, tarian dari Papua.

    Dalam pidatonya, Wiranto mengajak pengunjung CFD dan konser Papua untuk menyanyi dan berjoget bersama. Mantan Menteri Pertahanan/Panglima ABRI ini memulai dengan menyanyikan lagu Apuse.

    Selama menyanyi Apuse, Wiranto hanya menyanyikan dua bait lirik pertama, yakni "Apuse kokon dao, yarabe soren doreri. Wuf lenso, bani nema baki pase" yang diulang.

    Adapun lirik "Afarabye aswarakwar" dinyanyikan bersama oleh panitia.

    Tak puas dengan satu tembang, Wiranto menyanyikan lagu kedua. Kali ini, dia melantunkan lagu Maluku Tanah Pusaka yang diganti beberapa liriknya. Kata "Maluku" di awal lagu, misalnya, diganti dengan "nusantara". Wiranto juga menyelipkan "Pancasila" dalam lagunya.

    Dia mengklaim kondisi di Papua dan Papua Barat saat ini sudah mulai damai. Dia pun merasa bersyukur akan hal itu.

    "Sudah kondusif, semua wilayah sudah damai, toko-toko sudah buka, kehidupan sudah berjalan pagi."

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.