Airlangga Hadapi Mosi Tidak Percaya Sejumlah Pengurus Golkar

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyiapkan rumah pemenangan menuju kursi Golkar 1. Markas yang terletak di Jalan Purworejo Nomor 8 itu diresmikan pada hari ini, Kamis, 29 Agustus 2019. Sejumlah tokoh senior Golkar pendukung Airlangga hadir dalam peresmian rumah pemenangan ini. TEMPO/Dewi Nurita

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyiapkan rumah pemenangan menuju kursi Golkar 1. Markas yang terletak di Jalan Purworejo Nomor 8 itu diresmikan pada hari ini, Kamis, 29 Agustus 2019. Sejumlah tokoh senior Golkar pendukung Airlangga hadir dalam peresmian rumah pemenangan ini. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Mosi ini berdasarkan tuduhan Airlangga telah melanggar sejumlah pasal di AD/ART Golkar, diantaranya menghalang-halangi pengurus untuk masuk ke kantor DPP Partai Golkar.

    "Telah terjadi penguasaan sepihak atas Kantor DPP Partai golkar oleh segelintir pengurus DPP Partai Golkar dengan sepengetahuan saudara Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto," ujar pengurus DPP Golkar Sirajuddin Abdul Wahab di Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2019.

    Sirajuddin menilai Airlangga tengah berupaya melakukan penguasaan sepihak atas kantor resmi DPP yang merupakan aset kolektif dari seluruh pengurus, anggota, dan kader organisasi.

    Pelanggaran AD/ART lainnya yang dilakukan Airlangga, ujar Siradjuddin, yakni tidak pernah menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan rapat pleno pada tahun 2018. Untuk itu, ujar dia, dengan pernyataan mosi tak percaya ini, sejumlah pengurus Partai Golkar berupaya untuk menggelar forum musyawarah organisasi secara bertingkat.

    "Dengan berpijak pada ketentuan-ketentuan AD/ART Partai Golkar dan berkonsultasi dengan Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan untuk menyelenggarakan forum musyawarah organisasi secara bertingkat, yakni rapat pleno, Rapimnas dan Munas," ujar dia.

    Situasi di kantor DPP Golkar sempat memanas menjelang pelaksanaan Munas. Massa Anggota Muda Partai Golkar (AMPG) sempat menguasai kantor DPP dan melarang siapa saja masuk termasuk kubu Bambang Soesatyo yang menjadi calon rival Airlangga di Munas mendatang.

    Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengakui terjadi penghalangan terhadap Bambang untuk masuk ke kantor DPP Golkar. "Kalau orang masuk sih boleh saja, tapi niatnya enggak bagus ya kami halang-halangi. Jadi tergantung niatnya" ujar Agung saat ditemui Tempo di posko pemenangan Airlangga Hartarto di Jalan Purworejo, Jakarta, Kamis lalu.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.