NU Larang Nahdliyin Ikut Parade Ukhuwah Solo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak berbagi api untuk menyalakan obor saat mengikuti pawai obor menyambut Tahun Baru Islam di kawasan Manggarai, Jakarta, Senin, 10 September 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Anak-anak berbagi api untuk menyalakan obor saat mengikuti pawai obor menyambut Tahun Baru Islam di kawasan Manggarai, Jakarta, Senin, 10 September 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau NU Solo mengimbau warga nahdliyin tidak mengikuti kegiatan Parade Ukhuwah yang akan digelar Ahad 1 September 2019. Acara longmarch dan tablig akbar itu digelar oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS).

    Dalam surat yang beredar di media sosial, PCNU Solo menginstruksikan agar warganya tidak mendukung kegiatan itu dengan beberapa alasan. Salah satunya adalah DSKS bukanlah representasi umat Islam di Kota Solo.

    Publikasi kegiatan Parade Ukhuwah itu juga menampilkan sosok pendiri NU Hasyim Asyari. Padahal, penyelenggara tidak pernah berkoordinasi dengan ormas Islam terbesar itu.

    Acara tablig akbar itu juga akan mendatangkan penceramah yang sering dituding pernah menjadi aktivis organisasi terlarang Hisbut Tahrir Indonesia (HTI), Felix Siauw. Penyelenggara juga mengajak peserta untuk membawa bendera tauhid yang juga dianggap memiliki kaitan dengan HTI.

    Ketua PCNU Mashuri mengakui telah mengeluarkan surat tersebut. Hanya saja, dia enggan berkomentar banyak. "Surat itu kan untuk internal warga NU saja," katanya saat dihubungi.

    Dia mengaku mendapat banyak tanggapan dari pihak lain terkait surat tersebut, termasuk dari penyelenggara yang memberikan klarifikasi mengenai pemuatan foto Hasyim Asyari. "Kami sendiri tidak meminta klarifikasi, kami hanya memberikan imbauan kepada warga kami," katanya.

    Divisi Advokasi DSKS, Endro Sudarsono mengatakan acara tersebut akan digelar untuk menyambut Tahun Baru Hijriyah. Selain itu, kegiatan tersebut juga digelar untuk memperingati hari kemerdekaan. "Sehingga kami meminta peserta untuk berbaju putih, membawa bendera merah putih dan bendera tauhid," katanya.

    Dia menyebut bahwa bendera tauhid itu bukan hanya milik HTI. "Bendera itu sudah ada jauh sebelum Hizbut Tahrir lahir," katanya. Sedangkan Felix Siauw dihadirkan sebagai representasi penceramah muda yang dianggap mampu membangkitkan semangat.

    Terkait pemasangan foto Hasyim Asyari dalam publikasi, Endro menyebut bahwa pihaknya memang memasang foto beberapa pahlawan nasional, seperti Bung Tomo, Bung Hatta, Sudirman, Imam Bonjol, Ahmad Dahlan hingga Hasyim Asyari. "Beliau adalah sosok yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional sehingga telah menjadi milik publik," katanya.

    Parade Ukhuwah itu akan digelar di Solo pada Ahad pagi 1 September 2019. Acara akan dimulai dengan longmarch dari Lapangan Kottabarat menuju kawasan Ngarsopuro. "Peserta diperkirakan lebih dari seribu orang," katanya.

    Di Ngrasopuro, kegiatan akan ditutup dengan tablig akbar. Beberapa penceramah akan dihadirkan, seperti Felix Siauw, Muinudinillah Basri, Mas'ud Izzul Mujahid serta Tengku Azhar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.