Said Aqil: Jangan Sampai Jokowi Salah Pilih Capim KPK

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj (kiri), memberikan keterangan saat konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. PBNU dan Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) menghimbau seluruh umat muslim dan masyarakat agar bersabar menunggu hasil resmi pemilu 2019 dari KPU. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj (kiri), memberikan keterangan saat konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. PBNU dan Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) menghimbau seluruh umat muslim dan masyarakat agar bersabar menunggu hasil resmi pemilu 2019 dari KPU. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta Presiden Joko Widodo cermat dalam memilih 10 nama yang akan disodorkan panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi atau Pansel Capim KPK.

    Ia meminta agar Jokowi betul-betul memilih yang memiliki kredibilitas baik dan kesungguhan untuk memberantas korupsi. "Jangan sampai pak presiden salah pilih," kata Said Aqil yang hadir dalam aksi Cicak Vs Buaya 4.0 di Gedung Merah Putih KPK, Jumat 30 Agustus 2019.

    Said mengatakan, ia juga memberi masukan keada KPK yang selama ini mendapat dukungan untuk meningkatkan kinerjanya. "Mari bangun pemerintah yang baik, yang jujur," ujar Said Aqil di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

    Said berharap, ke depan, KPK bisa mengungkap kasus korupsi yang besar. "Jangan hanya yang receh, tapi yang kakap, yang gajah, yang membangkrutkan ekonomi bangsa," kata dia.

    Koalisi Kawal Capim KPK bersama para pegawai KPK menggelar aksi 'Darurat KPK, #CicakVSBuaya4.0' di pelataran Gedung Merah Putih KPK. Mereka mendesak agar Jokowi tidak meloloskan capim yang terbukti tidak berkualitas dan berintegritas.

    "Presiden harus betul-betul memilih calon pimpinan yang berintegritas untuk diajukan ke DPR," ucap Penasihat KPK Tsani Annafari. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan mengawal proses seleksi capim KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.