BPIP Ingin Berdialog dengan Masyarakat Papua

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, dan Plt. Kepala BPIP Hariyono melakukan penandatanganan MoU tentang pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, 20 Mei 2019. Tempo/Friski Riana

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, dan Plt. Kepala BPIP Hariyono melakukan penandatanganan MoU tentang pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, 20 Mei 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP Hariyono mengatakan ingin berdialog dengan masyarakat Papua. Ia mengatakan perlu mendengarkan aspirasi masyarakat Papua, dan memetakan apa saja tuntutan mereka.

    “Perlu kita melakukan sebuah dialog apakah saudara kita di Papua, menuntut ini sebagai sebuah tuntutan untuk perkembangan kemakmuran kesejahteraan atau untuk yang lainnya,” kaya Hariyono di kantornya, Jalan Veteran III, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat 30 Agustus 2019.

    Hariyono mengusulkan setelah dialog itu agar ada instansi yang memetakan kelompok kepentingan masyarakat Papua. Mana kelompok dengan kepentingan politis, dan kelompok yang menuntut kesejahteraan.

    Menurutnya pemetaan itu penting agar tidak terjadi kekeliruan dalam penanganan. “Mudah-mudahan nanti pemerintah bisa mempertemukan kepala suku untuk diajak diskusi,” kata dia.

    Aksi unjuk rasa menyebar hampir di seluruh wilayah Papua selama dua pekan terakhir ini. Aksi mulanya pecah di Manokwari, dan Sorong, Provinsi Papua Barat. Menyusul kemudian unjuk rasa dilakukan masyarakat di Jayapura, Provinsi Papua.

    Mereka mengecam tindakan rasisme kepada mahasiswa Papua di Surabaya. Massa bahkan ada yang menuntut referendum kemerdekaan Papua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.