Politeknik Energi dan Pertambangan Akan Dibuka di Prabumulih

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, di Kantor Gubernur, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Pertemuan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, di Kantor Gubernur, Kamis, 29 Agustus 2019.

    INFO NASIONAL — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengembangkan Politeknik Energi dan Mineral pada 2020 mendatang. Hal itu seiring dengan fokus pemerintah yang tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. 

    Zainal Arifin, Sekretaris BPSDM ESDM, mengatakan bahwa Prabumulih adalah daerah yang kaya dengan sumber daya mineral, terutama sektor migas dan batu bara. "Pendirian Politeknik ini akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan vokasi di Sumatera Selatan," ujarnya saat bertemu dengan Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan, di Kantor Gubernur, Kamis, 29 Agustus 2019. 

    Herman Deru menyambut baik rencana pengembangan Politeknik Energi dan Pertambangan di Prabumulih. "Adanya PEP Prabumulih bisa menjadi solusi permasalahan sumber daya manusia di sini," ujarnya. 

    Gubernur juga menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk menyosialisasikan pemberian beasiswa terhadap siswa-siswa berpretasi. "Putra-putri terbaik Sumatera Selatan tak perlu lagi jauh-jauh ke Cepu. Di sini juga akan ada Politenik yang mencetak tenaga andal di sektor ESDM," ucapnya. 

    Di tempat terpisah, Ridho Yahya, Wali Kota Prabumulih, berharap dengan adanya PEP ini bisa mencetak tenaga andal di sektor tambang yang dapat mengelola pertambangan yang ramah lingkungan. "Supaya anak cucu kita masih dapat menikmati kekayaan sumber daya alam yang ada di Prabumulih, bukan hanya jadi penonton di daerah sendiri," katanya.

    Pengembangan PEP Prabumulih akan menjadi Politeknik ketiga di bawah Kementerian ESDM setelah PEM Akamigas di Cepu, Jawa Tengah, dan PEP Bandung, Jawa Barat. Nantinya akan dibangun PEP lain di wilayah-wilayah di Indonesia sesuai dengan potensi masing-masing daerah. 

    Dengan dibangunnya PEP, akan berdampak bagi masyarakat Prabumulih, Sumatera Selatan, dan Indonesia. “Saatnya masyarakat menjadi tuan di tanahnya sendiri, bukan hanya penonton. Kita ciptakan tenaga handal yang bisa memaksimalkan potensi daerahnya,” ujarnya. 

    Program studi yang ada di PEP Prabumulih antara lain D3 Teknologi Mesin Migas, D3 Teknologi Pengolahan Migas dan Petrokimia, D3 Teknologi Produksi Migas, D3 Teknologi Informatika Migas, D3 Teknologi Pertambangan Batubara, D3 Teknologi K3L Pertambangan. “Dengan mengusung konsep full day school, mahasiswa dibimbing langsung oleh dosen dan praktisi ahli dengan pengajaran lebih banyak praktik di lapangan daripada di kelas,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.