Wali Kota Semarang Beri Penghargaan pada Penyapu Jalanan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi menganugerahi penghargaan kepada Agus Setyawan, warga RT 8, RW 6, Pancakarya, Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, di kantor Wali Kota Semarang, pada Kamis, 29 Agustus 2019. (dok Pemkot Semarang)

    Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi menganugerahi penghargaan kepada Agus Setyawan, warga RT 8, RW 6, Pancakarya, Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, di kantor Wali Kota Semarang, pada Kamis, 29 Agustus 2019. (dok Pemkot Semarang)

    INFO NASIONAL — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi menganugerahi penghargaan kepada Agus Setyawan, warga RT 8, RW 6, Pancakarya, Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, penghargaan diberikan terkait kontribusi Agus dalam merawat kebersihan Kota Semarang. Sertifikat penghargaan bagi Agus langsung diberikan oleh Hendi di kantor Wali Kota Semarang, pada Kamis, 29 Agustus 2019.

    Dalam kesempatan tersebut Hendi bercerita, dirinya mendapatkan informasi jika setiap pagi usai salat subuh, Agus selalu menyapu jalan di lingkungan tempat tinggalnya dan sekitar Masjid Baitul Makmur di Rejosari tanpa diminta. Setelah melakukan kegiatan bersih-bersih, dirinya kemudian berangkat untuk bekerja dengan mengendarai sepeda miliknya. 

    Sepulang kerja, Agus kembali menyapu jalan di sekitar masjid hingga magrib. Dan, usai mengerjakan salat isya, Agus kembali lanjut menyapu halaman masjid. Hal tersebut dilakukannya rutin setiap hari selama dua tahun.

    “Saya harus memberikan apresiasi kepada Mas Agus supaya bisa dijadikan contoh buat masyarakat lainnya. Dan, ketika selama ini kita ngomong bahwa pembangunan Kota Semarang konsepnya bergerak bersama, Mas Agus ini wujud nyatanya dalam hal merawat lingkungan. Jadi, penghargaan ini penting untuk membangun semangat kontribusi warga, karena kalau semuanya hanya mengandalkan pemerintah, sulit rasanya kota ini bisa maju,” ujar Hendi.

    Hendi berharap seluruh warga Kota Semarang dapat membangun semangat bergerak bersama seperti yang dicontohkan oleh Agus. Ikut terlibat dalam pembangunan sesuai dengan keahlian dan kemampuannya. “Jangan hanya pemerintah, ayo semuanya ikut terlibat. Tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi bisa dengan konteks lain, sumbang ide, sumbang pikiran atau kalau perusahaan lewat CSR itu merupakan bagian konsep Bergerak Bersama yang kita inginkan,” kata Hendi.

    Agus sendiri ketika ditanya tentang motivasinya dalam membersihkan lingkungan tanpa imbalan, mengatakan tidak memiliki motivasi apapun. “Supaya bersih saja. Alat buat bersih-bersihnya juga diberi oleh warga sekitar," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.