Cegah Stunting, Jabar Gelar Tot Mother's Programme

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Pusat meggelar Training of Trainer (ToT) Mother’s Programme di Pendopo Lama Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis, 29 Agustus 2019.

    Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Pusat meggelar Training of Trainer (ToT) Mother’s Programme di Pendopo Lama Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis, 29 Agustus 2019.

    INFO JABAR — Stunting (tumbuh kerdil) tak hanya disebabkan faktor sanitasi dan pengasuhan, tetapi juga karena kurangnya asupan makanan bergizi. 

    Untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan kader tentang asupan gizi, Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Pusat pun menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) Mother’s Programme di Pendopo Lama Kabupaten Tasikmalaya, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Wakil Ketua I TP PKK Provinsi Jawa Barat (Jabar) Lina Marlina Ruzhan, mengatakan sensus 2010 menunjukkan Provinsi Jabar dengan jumlah penduduk sebanyak 43.053.732 jiwa, laju pertumbuhannya sekitar 1,89 persen per tahun. 

    Jabar memiliki jumlah balita yang tinggi dengan rata-rata 800 ribu kelahiran per tahun. Banyaknya jumlah balita ini cukup berbanding dengan banyaknya kasus tumbuh kembang anak yang belum ideal. 

    "Di sana-sini masih terdapat kasus-kasus tumbuh kembang anak yang belum ideal karena buruknya asupan gizi yang mereka terima,” katanya.

    Melalui Training of Trainer (ToT) Mother’s Programme ini, Lina berharap, para kader di kelompok kerja (pokja) mendapat bekal pengetahuan baru yang akan mampu meningkatkan kemampuan kami dalam mendukung program-program upaya perbaikan gizi.

    ToT ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang berasal dari pokja dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dan TP PKK Provinsi Jawa Barat. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.