Jokowi Nonton Wayang Kulit Gatotkaca Winisuda

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) saat pertemuan di FX Senayan, Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019. Kedua kontestan Pilpres 2019 itu sepakat untuk menjaga kesatuan dan persatuan di Indonesia. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) saat pertemuan di FX Senayan, Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019. Kedua kontestan Pilpres 2019 itu sepakat untuk menjaga kesatuan dan persatuan di Indonesia. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi menonton pertunjukan wayang kulit bersama warga di Alun-alun Purworejo, Jawa Tengah, Kamis malam, 29 Agustus 2019.

    Presiden tiba di Alun-alun Purworejo sekitar pukul 20.00 WIB, setelah melakukan aktivitas di Kabupaten Magelang.

    Sebelum menonton pertunjukan wayang kulit dengan dalang perempuan asal Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Presiden Jokowi memberikan keterangan terkait kondisi di Papua.

    Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam aktivitas di Alun-alun Purworejo antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

    Bupati Purworejo Agus Bastian dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang pada Kamis telah menyerahkan sertifikat tanah kepada warga daerah itu.

    Bupati juga menyampaikan terima kasih atas pembangunan bendungan di Kecamatan Bener yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

    Bupati juga menyampaikan terima kasih atas pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di daerah perbatasan dengan Purworejo. "Bagi masyarakat Purworejo, bandara itu milik warga Purworejo yang dititipkan di Kulon Progo," katanya pula.

    Dalang wayang kulit perempuan Purworejo Nyi Dwi Puspita Ningrum MPd dari Sanggar Puspita Laras, Desa Kemranggen, Kecamatan Bruno itu membawakan lakon Gatotkaca Winisuda.

    Lakon itu bercerita tentang Raden Gatotkaca putra Raden Werkudara dan Dewi Arimbi akan dinobatkan sebagai raja di Pringgondani.

    Semula, rencana itu berjalan baik karena seluruh "Kadang Braja" mendukung penobatan Gatotkaca. Namun timbul perselisihan ketika Brajadhenta termakan hasutan untuk berbalik memusuhi Dewi Arimbi.

    Brajadhenta menuntut tahta hingga terjadi pertempuran dahsyat. Gatotkaca dibantu pamannya Raden Brajamusti berhasil mengalahkan Brajadhenta, keduanya gugur dan menyatu ke badan Raden Gatotkaca menjadi Ajian Brajadhenta Brajamusti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.